“Harapannya gedung ini menjadi awal kebangkitan SMK Patriot menuju sekolah berbasis industri yang dipercaya masyarakat,” tambahnya.
Haryoto menuturkan, tahap bantuan kali ini difokuskan pada pembangunan fisik, sementara peralatan praktik akan menyusul pada tahap berikutnya.
“Dulu kami pernah mendapat bantuan alat, tapi karena ruang praktik belum ada, alat itu dialihkan ke sekolah lain. Januari nanti kami akan tindak lanjuti kembali,” katanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
SMK Patriot Pituruh saat ini memiliki sekitar 369 siswa yang terbagi dalam lima jurusan, yakni Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Sepeda Motor (TSM), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Manajemen Perkantoran (MP), dan Tata Boga.
Menurut Haryoto, kehadiran gedung praktik yang representatif akan membuat siswa lebih siap menghadapi dunia kerja.
“Kami ingin menghasilkan lulusan yang kompeten, berkarakter, dan siap bersaing,” ujarnya.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Provinsi Jawa Tengah, Maryanto, S.Pd., M.Sc., menyambut baik peresmian gedung praktik tersebut. Ia menegaskan bahwa revitalisasi SMK merupakan program strategis pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Visi Indonesia Emas 2045.
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















