Kagama dan KKN UGM Ubah Kotoran Sapi Jadi Sumber Ekonomi

- Penulis

Senin, 12 Januari 2026 - 20:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengurus Pusat Kagama Pemberdayaan Masyarakat, mahasiswa KKN Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Kelompok Tani Murakabi I Desa Karangrejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo membuat pupuk NPK dari kotoran sapi.

i

Pengurus Pusat Kagama Pemberdayaan Masyarakat, mahasiswa KKN Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Kelompok Tani Murakabi I Desa Karangrejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo membuat pupuk NPK dari kotoran sapi.

PURWOREJO, DiengPost.com — Limbah kotoran sapi yang selama ini dianggap sebagai masalah lingkungan kini disulap menjadi pupuk NPK bernilai ekonomis oleh para petani Desa Karangrejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo.

Inisiatif ini lahir dari kolaborasi antara Pengurus Pusat Kagama Pemberdayaan Masyarakat, mahasiswa KKN Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Kelompok Tani Murakabi I.

Kegiatan pelatihan yang digelar di Karangrejo ini menjadi langkah konkret pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Para petani dibekali pengetahuan dan praktik langsung dalam mengolah limbah sapi menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan dan bernilai jual.

Perwakilan Kagama, Peni Setyowati, menjelaskan bahwa program ini bertujuan mendorong kemandirian masyarakat desa dalam mengelola sumber daya lokal secara berkelanjutan.

“Limbah sapi yang melimpah di desa ini bisa diolah menjadi pupuk NPK yang efektif, ramah lingkungan, dan punya nilai jual. Tidak perlu bergantung terus pada pupuk pabrikan,” ujarnya, Minggu (11/1/2026).

Baca Juga:  Bupati Purworejo : Kejurkab E-Sports 2025 Momentum Perkuat Ekosistem dan Prestasi

Tak hanya berhenti pada pelatihan teknis, Kagama dan mahasiswa KKN UGM juga mendorong pengemasan dan pemasaran produk pupuk agar bisa menjadi unit usaha baru bagi kelompok tani. Harapannya, pupuk hasil olahan ini dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi petani.

Kepala Desa Karangrejo, Patnani, menyambut baik program ini.

Penulis : A.L. Khakim

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel purworejo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Langkah Kerja Sama Kampus UNY di Purworejo Semakin Kuat, Pemkab Siapkan Lahan
Popda Purworejo 2026 Targetkan Penjaringan Bibit Atlet Berprestasi Baru
Bupati Purworejo Perkuat Peran RT dan RW Guna Tingkatkan Pelayanan Publik
CFD Kabupaten Purworejo Kembali Digelar Setelah Vakum Cukup Lama
Polres Purworejo Gelar CFD Perdana Bersama Pemkab dan Forkopimda
STAINU Purworejo Resmikan Fasilitas Baru Guna Wujudkan Kampus Bilingual
Satlantas Polres Purworejo Perketat Pengamanan di Jalur Kalijambe
Pemkab Purworejo Perkuat LPMD dan LPMK demi Visi Pembangunan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 14:10 WIB

Langkah Kerja Sama Kampus UNY di Purworejo Semakin Kuat, Pemkab Siapkan Lahan

Kamis, 16 April 2026 - 14:00 WIB

Popda Purworejo 2026 Targetkan Penjaringan Bibit Atlet Berprestasi Baru

Kamis, 16 April 2026 - 12:22 WIB

Bupati Purworejo Perkuat Peran RT dan RW Guna Tingkatkan Pelayanan Publik

Kamis, 16 April 2026 - 12:01 WIB

CFD Kabupaten Purworejo Kembali Digelar Setelah Vakum Cukup Lama

Kamis, 16 April 2026 - 11:56 WIB

Polres Purworejo Gelar CFD Perdana Bersama Pemkab dan Forkopimda

Berita Terbaru