Ruwahan Makam Sidompyong Perdana Digelar, Didorong Jadi Tradisi Tahunan

- Penulis

Minggu, 8 Februari 2026 - 10:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kegiatan Ruwahan Makam Sidompyong yang digelar perdana, dirangkai dengan Tahlil Kubro dan Pengajian Umum 2026 M/1447 H.

i

kegiatan Ruwahan Makam Sidompyong yang digelar perdana, dirangkai dengan Tahlil Kubro dan Pengajian Umum 2026 M/1447 H.

PURWOREJO, DiengPost.com — Suasana khidmat menyelimuti kompleks Makam Sidompyong di Desa Krendetan, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Sabtu (7/2/2026) malam. Ratusan warga, tokoh masyarakat, dan ahli waris berkumpul dalam kegiatan Ruwahan Makam Sidompyong yang digelar perdana, dirangkai dengan Tahlil Kubro dan Pengajian Umum 2026 M/1447 H.

Kegiatan ini menjadi momen penting untuk mendoakan para leluhur sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga dan ahli waris. Diselenggarakan menjelang bulan suci Ramadan, ruwahan ini juga menjadi bentuk pelestarian tradisi keagamaan dan kearifan lokal yang telah mengakar di masyarakat.

Acara diawali dengan tahlil dan doa bersama yang dipimpin oleh Kyai Miftahudin, Kyai Amin Zuhri, Kyai Jubaidi, dan K.H. Muhson Mahfud. Lantunan doa yang menggema di area makam menciptakan suasana penuh kekhusyukan sebagai bentuk penghormatan kepada para sesepuh desa.

Setelah tahlil, acara dilanjutkan dengan pengajian umum yang disampaikan oleh Gus Qosim Thoifur, Pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid, Kedungsari, Purworejo. Dalam ceramahnya, Gus Qosim mengajak jamaah untuk memperkuat keimanan, mengingat kematian, dan menjaga tradisi mendoakan orang tua serta leluhur sebagai bagian dari nilai-nilai Islam dan budaya bangsa.

Baca Juga:  Warga Kemiri Ditemukan Meninggal di Mess Pekerja di Loano Purworejo

Ketua Panitia, Muh Chobir, menjelaskan bahwa kegiatan ruwahan ini merupakan inisiatif awal yang digagas bersama oleh pengurus makam, warga, dan para ahli waris.

“Ini adalah pelaksanaan perdana dalam format yang lebih besar. Harapannya, ke depan bisa menjadi tradisi tahunan yang rutin dilaksanakan setiap bulan Sya’ban atau Ruwah,” ujarnya.

Ia menambahkan, rangkaian kegiatan telah dimulai sejak 25 Januari 2026 melalui kerja bakti massal membersihkan area makam dan lingkungan sekitar. Kegiatan tersebut melibatkan warga dari empat pedukuhan di Desa Krendetan.

Penulis : A.L. Khakim

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel purworejo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Inovasi Warung Sembako Gratis Antar Yan Budi Raih Penghargaan BesTeam Award 2026
Hadapi Kemarau, Warga Purworejo Dibekali Pelatihan Penanggulangan Kebakaran
Aliansi Warga Datangi Kejari Desak Kasus Korupsi Mini Zoo Purworejo Diusut Tuntas
Insiden Mobil Terbakar di Kutoarjo Diduga Akibat Korsleting AC
Pemkab Purworejo dan Kemenpora Meluncurkan Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar
Kebakaran Bengkel Kayu Purworejo Hanguskan Alat Praktik dan Rugikan Puluhan Juta
Pengurus DPD Golkar Purworejo Dikukuhkan, Targetkan 11 Kursi pada Pemilu 2029
Persiapan Porprov 2026, KONI Purworejo Pantau Tryout Sepak Takraw

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:44 WIB

Inovasi Warung Sembako Gratis Antar Yan Budi Raih Penghargaan BesTeam Award 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:40 WIB

Hadapi Kemarau, Warga Purworejo Dibekali Pelatihan Penanggulangan Kebakaran

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:35 WIB

Aliansi Warga Datangi Kejari Desak Kasus Korupsi Mini Zoo Purworejo Diusut Tuntas

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:31 WIB

Insiden Mobil Terbakar di Kutoarjo Diduga Akibat Korsleting AC

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:19 WIB

Pemkab Purworejo dan Kemenpora Meluncurkan Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar

Berita Terbaru