PURWOREJO, DiengPost.com – Badan Amil Zakat Nasional meluncurkan program pemberdayaan ekonomi baru bagi para pelaku usaha mikro di wilayah Jawa Tengah. Program bernama Warung Z-Mart Baznas Purworejo tersebut resmi beroperasi mulai Selasa pekan ini.
Langkah ini menjadi instrumen strategis untuk mengoptimalkan dana zakat dalam mengatasi masalah kemiskinan daerah. Peresmian program berlangsung secara simbolis di Toko Bayu, Kelurahan Kledung Kradenan, Kecamatan Banyuurip.
Sebanyak 40 pemilik warung kelontong mendapatkan bantuan modal dan pendampingan usaha melalui program ini. Baznas RI mendanai 30 unit warung, sementara Baznas tingkat kabupaten menambah 10 unit warung lainnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kehadiran warung ini akan menjadi pengungkit ekonomi masyarakat sekitar secara langsung,” ujar Sekretaris Daerah Purworejo Suranto. Beliau hadir mewakili Bupati Purworejo untuk meresmikan Warung Z-Mart Baznas Purworejo secara langsung.
Pemerintah daerah memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen lembaga zakat dalam mendorong kemandirian ekonomi warga. Program ini terbukti sejalan dengan visi pembangunan daerah yang menitikberatkan pada kesejahteraan masyarakat luas.
Transformasi Mustahik Menjadi Muzakki
Pengelolaan zakat secara produktif kini menjadi solusi nyata bagi para pelaku usaha kecil untuk tumbuh mandiri. Warung Z-Mart Baznas Purworejo memberikan akses modal yang lebih mudah agar daya saing pedagang pasar tradisional meningkat.
Deputi II Baznas RI Dr H M Imdadun Rahmat menyebut capaian di Kabupaten Purworejo merupakan prestasi yang luar biasa. Sinergi yang kuat antar lembaga menjadi kunci utama keberhasilan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah.
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















