PURWOREJO, DiengPost.com – Desa Krandegan di Kabupaten Purworejo terus menunjukkan terobosan gemilang pada sektor pengairan pertanian. Hasilnya, pemerintah desa meluncurkan pompa baru berkapasitas 15 PK guna memperkuat sistem Irigasi Tenaga Surya Krandegan yang berbasis energi terbarukan pada Kamis kemarin.
Peluncuran fasilitas raksasa tersebut bertepatan dengan momentum peringatan Hari Bumi di wilayah setempat. Selain itu, agenda ini menjadi bentuk rasa syukur atas keberhasilan petani dalam meningkatkan frekuensi masa tanam. Pasokan air yang stabil membuat warga desa kini mampu memanen padi hingga tiga kali dalam setahun.
Kepala Desa Krandegan, Dwinanto, menjelaskan bahwa pengembangan teknologi canggih ini berawal dari pendampingan intensif kalangan akademisi UIN Suska Riau. Oleh karena itu, kerja sama pentaheliks tersebut kini meluas dengan melibatkan pihak swasta PT Agros Global Indonesia. Langkah kolaborasi ini bertujuan untuk mempercepat modernisasi desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dulu kami bergerak mandiri bersama kampus, namun kini kami menggandeng sektor swasta agar pembangunan lebih optimal,” ujar Dwinanto. Lebih lanjut, beliau menyebut bahwa satu unit pompa baru ini memiliki kemampuan besar untuk mengaliri sekitar 50 hektar lahan sawah.
Replikasi Teknologi dan Dukungan Pemerintah Kabupaten
Selanjutnya, pihak pemdes mencatat masih ada dua titik lahan pertanian warga yang belum mendapatkan akses pengairan secara merata. Masalah tersebut terjadi karena lokasi ladang terlalu jauh dari sumber mata air alami. Bahkan, pemdes telah memasang total tujuh unit pompa surya di berbagai titik untuk mengejar target interkoneksi penuh.
Ternyata, sistem pengairan modern ini menghemat biaya operasional secara signifikan daripada penggunaan bahan bakar minyak konvensional. Di samping itu, keberhasilan proyek percontohan ini menarik perhatian besar dari jajaran pemerintah daerah. Kabupaten Purworejo berencana mereplikasi sistem pengairan hemat energi ini ke desa-desa lain.
Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, menyambut positif inovasi lingkungan yang lahir dari inisiatif lokal tersebut. Sementara itu, beliau menilai pemanfaatan energi surya menjadi jawaban tepat atas tantangan tingginya biaya produksi pertanian saat ini. Pemerintah daerah siap mengawal pengembangan teknologi ini ke tingkat yang lebih luas.
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















