PURWOREJO – Cabang olahraga sepak takraw Kabupaten Purworejo terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jawa Tengah XVII Tahun 2026. Berbagai program latihan intensif dijalankan untuk meningkatkan kemampuan teknik, fisik, serta mental bertanding para atlet.
Pembina Cabor Sepak Takraw Purworejo, Sutrisno, mengatakan bahwa sepak takraw modern menuntut keseimbangan antara kemampuan menyerang dan bertahan. Oleh karena itu, program latihan difokuskan pada penguatan kedua aspek tersebut secara bersamaan.
“Permainan sepak takraw merupakan kombinasi daya serang dan daya bertahan yang harus sama-sama kuat. Untuk memiliki daya serang yang maksimal, atlet harus mampu meningkatkan power tungkai sehingga dapat menghasilkan poin secara efektif,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam latihan, atlet dibekali berbagai teknik serangan seperti service punggung, tapping service, smash kedeng, roll spike, hingga smash tapping untuk menghindari blok lawan. Selain itu, kemampuan memanfaatkan bola muntahan lawan melalui smash lanjutan juga terus diasah.
Pada sektor pertahanan, latihan difokuskan pada peningkatan kelincahan, kecepatan gerak, serta kemampuan membaca arah bola. Atlet juga dibiasakan menerima bola keras maupun bola pelan melalui berbagai metode drill yang dirancang untuk meningkatkan refleks dan kontrol permainan.
Selain teknik individu, kemampuan menguasai bola pertama dan akurasi umpan bola kedua menjadi perhatian utama tim pelatih. Keduanya dinilai sangat menentukan efektivitas serangan yang dibangun dalam pertandingan.
“Selain kemampuan individu, kekompakan tim menjadi faktor penting. Atlet dan pelatih harus mampu mengatur ritme permainan secara bersama-sama agar target prestasi di PORPROV dapat tercapai,” kata Sutrisno.
Latihan rutin dilaksanakan setiap Minggu di Gedung PGRI Pituruh yang berada di depan Balai Desa Ngampel, Kecamatan Pituruh. Kegiatan diawali dengan pemanasan dan latihan fisik, dilanjutkan penguatan teknik dasar hingga simulasi pertandingan.
Selain latihan bersama, para atlet juga diwajibkan menjalani latihan mandiri setiap Selasa, Rabu, dan Jumat. Program tersebut meliputi latihan endurance, peningkatan VO2Max, penguatan power tungkai, serta latihan passing yang harus dilaporkan melalui video kepada pelatih.
Melalui program latihan yang terstruktur dan berkesinambungan tersebut, KONI Purworejo berharap atlet sepak takraw mampu tampil maksimal dan memberikan prestasi terbaik bagi Kabupaten Purworejo pada ajang PORPROV Jawa Tengah XVII Tahun 2026.
Penulis : A.L. Khakim
Editor : Admin











