Bedah RTLH Jadi Strategi Cegah Stunting, Menteri Wihaji Dorong Pendampingan Keluarga Berisiko di Purworejo

- Penulis

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PURWOREJO, DiengPost.com – Penanganan stunting tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi anak, tetapi juga harus dimulai dari lingkungan tempat tinggal yang sehat. Hal itu ditegaskan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd., saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Purworejo, Kamis (18/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Wihaji meninjau langsung kondisi rumah keluarga Ponikem di Kelurahan Lugosobo, Kecamatan Gebang, yang menjadi sasaran Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Rumah tersebut akan mendapatkan bantuan rehabilitasi senilai Rp50 juta sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko stunting yang dipengaruhi kondisi lingkungan hunian.

Menurut Wihaji, persoalan stunting tidak dapat dipisahkan dari kondisi sanitasi, kepadatan hunian, hingga kelayakan ruang tidur dan dapur. Karena itu, intervensi fisik melalui perbaikan rumah menjadi salah satu langkah penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang anak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari hasil peninjauan tadi, masih ditemukan kondisi MCK, ruang tidur, dan dapur yang belum memenuhi standar kesehatan. Faktor-faktor tersebut memiliki potensi memengaruhi terjadinya stunting, sehingga perlu segera ditangani melalui Program Genting,” ujarnya.

Baca Juga:  Purworejo Kembali Raih Predikat Kabupaten Sangat Inovatif di IGA 2025

Ia menjelaskan, bantuan rehabilitasi rumah tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Setelah rumah diperbaiki, keluarga penerima manfaat akan terus didampingi oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) agar perubahan lingkungan diikuti dengan peningkatan pola hidup sehat, pola asuh, dan pemenuhan gizi keluarga.

Dalam dialog bersama Penyuluh KB, TPK, dan kader KB di Ganeca Convention Hall Purworejo, Menteri Wihaji juga mengapresiasi keberhasilan Kabupaten Purworejo yang berhasil menekan angka prevalensi stunting hingga 14 persen. Capaian tersebut dinilai sudah berada di bawah target nasional, namun ia mengingatkan agar seluruh pihak tidak cepat berpuas diri.

Menurutnya, tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh Keluarga Risiko Stunting (KRS) mendapatkan pendampingan secara menyeluruh sehingga tidak muncul kasus-kasus baru.

“Pekerjaan kita sekarang adalah menjaga agar angka ini tetap rendah. Caranya dengan memastikan keluarga yang berisiko mendapat perhatian, mulai dari kondisi rumah, sanitasi, hingga pola pengasuhan anak,” tegasnya.

Baca Juga:  Dongkrak Produktivitas, Irigasi Tenaga Surya Krandegan Bikin Petani Panen Tiga Kali Setahun

Menteri juga menekankan pentingnya pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi kelompok sasaran prioritas 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan stunting sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia balita.

Sementara itu, Bupati Purworejo Yuli Hastuti menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Purworejo berkomitmen mendukung seluruh program prioritas pemerintah pusat, termasuk Program Bangga Kencana, percepatan penurunan stunting, dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Menurut Bupati, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, Penyuluh KB, Tim Pendamping Keluarga, serta masyarakat menjadi kunci agar upaya pencegahan stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Melalui pendekatan yang menggabungkan perbaikan kualitas hunian, pendampingan keluarga, serta pemenuhan gizi bagi kelompok rentan, Pemerintah berharap penanganan stunting tidak hanya mampu menurunkan angka prevalensi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup keluarga secara menyeluruh.

Penulis : A.L Khakim

Editor : Luthfi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel purworejo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Anak Nasional di Purworejo Kenalkan Budaya Lokal
Sambut Peringatan Hari Anak Nasional 2026, SMPN 39 Purworejo Siapkan Acara Kreatif
Sempat Hilang, Remaja Tambakrejo Ditemukan Meninggal di Sungai Bogowonto
Ratusan Murid ALBRI Purworejo Sukses Pecahkan Rekor Berhitung Cepat
Ratusan Kicau Mania Semarakkan Gelaran Bupati Purworejo Cup 2026 di Alun-Alun
Wabup Dion Agasi Ikut Meriahkan Hexa Fun Run SMAN 6 Purworejo
Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat Hari Koperasi di Purworejo
Meriahkan Harlah ke-28, DPC PKB Purworejo Gelar Aksi Sosial dan Nobar Piala Dunia

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:55 WIB

Peringatan Hari Anak Nasional di Purworejo Kenalkan Budaya Lokal

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:40 WIB

Sambut Peringatan Hari Anak Nasional 2026, SMPN 39 Purworejo Siapkan Acara Kreatif

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:40 WIB

Sempat Hilang, Remaja Tambakrejo Ditemukan Meninggal di Sungai Bogowonto

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:30 WIB

Ratusan Murid ALBRI Purworejo Sukses Pecahkan Rekor Berhitung Cepat

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:28 WIB

Ratusan Kicau Mania Semarakkan Gelaran Bupati Purworejo Cup 2026 di Alun-Alun

Berita Terbaru