PURWOREJO – Suasana malam di Kelurahan Baledono, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, mendadak dikejutkan kebakaran yang melanda sebuah rumah sekaligus warung sop ayam kampung, Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 20.15 WIB.
Bangunan milik Supriyanti (44), warga RT 005 RW 006 Kelurahan Baledono, tersebut ludes terbakar. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian itu.
Saat kebakaran terjadi, Supriyanti tinggal bersama ayahnya, Slamet (84). Sebelum kejadian, Supriyanti sedang memasak ayam untuk persiapan berjualan di dapur menggunakan tungku berbahan bakar kayu.
Aktivitas memasak tersebut telah dilakukan sejak sekitar pukul 17.00 WIB. Setelah meninggalkan dapur, Supriyanti kemudian berada di bagian depan rumah yang juga digunakan sebagai warung untuk makan. Sementara ayahnya sedang tidur di ruang tengah.
Sekitar pukul 20.15 WIB, Supriyanti mendengar suara letupan dari arah dapur. Ia kemudian bergegas memeriksa sumber suara tersebut.
Betapa terkejutnya ketika melihat api sudah membesar dan menjalar hingga bagian atap rumah. Supriyanti pun segera menyelamatkan ayahnya keluar dari rumah sebelum meminta pertolongan warga sekitar.
Warga yang datang langsung berusaha membantu memadamkan api sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran. Tiga unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Purworejo kemudian dikerahkan menuju lokasi.
Petugas damkar bersama warga berupaya keras mengendalikan kobaran api agar tidak merembet ke rumah-rumah lain. Personel PMI Kabupaten Purworejo juga turut berada di lokasi untuk membantu penanganan dan memberikan pertolongan pertama.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Purworejo, Siswantoro Dwi Nugroho, mengatakan, dari keterangan awal, kebakaran diduga bermula dari aktivitas memasak menggunakan tungku kayu bakar.
“Yang bersangkutan melakukan aktivitas seperti biasa, memasak dengan tungku berbahan bakar kayu. Setelah ditinggal makan, kemudian terdengar suara letupan dan saat dilihat api sudah besar,” jelas Siswantoro.
Petugas juga menghadapi kendala dalam proses pemadaman. Lokasi kebakaran berada di tengah kawasan permukiman padat dengan akses jalan yang sempit.
“Lokasinya sangat padat dan aksesnya sempit, sehingga mobil damkar hanya bisa masuk satu per satu. Ini menyulitkan petugas untuk melakukan pemadaman dari beberapa arah,” ujarnya.
Meski upaya pemadaman telah dilakukan, rumah sekaligus warung berukuran sekitar 6 x 6 meter tersebut tidak dapat diselamatkan. Bangunan beserta seluruh perabotan dan perlengkapan usaha di dalamnya hangus terbakar.
Berdasarkan laporan kepolisian, kerugian materiil akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp30 juta.
Siswantoro mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai potensi kebakaran, khususnya saat menggunakan sumber api untuk memasak. Pengawasan terhadap tungku maupun sumber panas lainnya perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya kejadian serupa.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan serta memastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum dibuang.
“Sedikit pemantik atau pemicu saja bisa mengakibatkan kebakaran meluas. Karena itu, kami mengimbau masyarakat lebih berhati-hati, tidak membakar sampah sembarangan, dan memastikan puntung rokok sudah benar-benar padam,” katanya.
Usai kebakaran, petugas dari Polsek Purworejo, Satreskrim Polres Purworejo, Inafis, Bhabinkamtibmas, serta petugas terkait mendatangi lokasi. Pengecekan, pendataan, dokumentasi, dan penanganan lebih lanjut dilakukan untuk memastikan kondisi serta penyebab kebakaran.
Kejadian tersebut menjadi perhatian bagi warga, khususnya mereka yang menggunakan tungku kayu bakar untuk aktivitas memasak, agar memastikan api benar-benar aman sebelum meninggalkan dapur.
Penulis : Luthfi







