PURWOREJO, diengpost.com – Ribuan jamaah memadati kompleks Pondok Pesantren Darut Tauhied 8 Kemiri, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo, Minggu (21/6/2026), untuk mengikuti Pengajian Akbar yang menjadi puncak sekaligus penutup rangkaian Haflah Akhirussanah ke-12.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penuh syukur atas berakhirnya proses pendidikan para santri dan siswa selama satu tahun ajaran, sekaligus mempererat ukhuwah antara pondok pesantren, lembaga pendidikan, wali santri, alumni, dan masyarakat.
Haflah Akhirussanah tahun ini melibatkan seluruh unit pendidikan di bawah naungan Pondok Pesantren Darut Tauhied 8 Kemiri, yaitu SMK VIP Ma’arif NU 1 Kemiri, SMP VIP Ma’arif NU 1 Kemiri, SD VIP Ma’arif NU 1 Kemiri, dan PAUD NUSA Kemiri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak pagi, masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Purworejo dan sekitarnya telah berdatangan untuk mengikuti rangkaian acara. Kehadiran para santri, wali santri, alumni, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga masyarakat umum menambah semarak suasana pengajian.
Semula, pengajian dijadwalkan menghadirkan KH. Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) bersama Gus Qosim Thoifur. Namun karena Gus Yasin berhalangan hadir, tausiyah disampaikan oleh Gus Qosim Thoifur. Meski demikian, antusiasme jamaah tetap tinggi dan acara berlangsung khidmat hingga selesai.
Dalam tausiyahnya, Gus Qosim menegaskan bahwa pendidikan merupakan bekal utama dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, ilmu yang dipadukan dengan nilai-nilai agama akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlakul karimah, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap bangsa.
Ia juga mengingatkan para santri agar senantiasa menjaga adab kepada orang tua dan guru. Menurutnya, keberkahan ilmu tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh penghormatan kepada mereka yang telah mendidik dan membimbing.
Selain pengajian, acara turut dihadiri Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kontribusi Pondok Pesantren Darut Tauhied 8 Kemiri beserta seluruh lembaga pendidikan di bawah naungannya dalam mencetak generasi muda yang unggul dan berkarakter.
“Pondok pesantren memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun sumber daya manusia. Tidak hanya mencetak generasi yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter, moral, dan spiritual yang kuat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Purworejo akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai program pendidikan dan keagamaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Panitia menyampaikan bahwa Haflah Akhirussanah ke-12 merupakan wujud rasa syukur atas selesainya proses pembelajaran selama satu tahun. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi antara lembaga pendidikan, wali santri, alumni, serta masyarakat.
Menurutnya, Haflah Akhirussanah bukan sekadar seremoni pelepasan santri dan siswa, tetapi menjadi momentum untuk mempertegas komitmen lembaga dalam mencetak generasi yang religius, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan zaman dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah.
Rangkaian Pengajian Akbar berlangsung tertib, aman, dan penuh kekhusyukan. Doa bersama yang dipanjatkan di penghujung acara menjadi penutup yang sarat makna, sebagai harapan agar Pondok Pesantren Darut Tauhied 8 Kemiri beserta seluruh unit pendidikannya senantiasa diberi keberkahan, terus berkembang, dan semakin memberikan manfaat bagi umat.
Dengan berakhirnya Pengajian Akbar tersebut, rangkaian Haflah Akhirussanah ke-12 resmi ditutup. Lebih dari sekadar perayaan akhir tahun pendidikan, kegiatan ini menjadi penegasan komitmen Pondok Pesantren Darut Tauhied 8 Kemiri dalam membangun generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta siap mengabdi kepada agama, masyarakat, bangsa, dan negara.
Penulis : M Niam
Editor : Luthfi











