PURWOREJO, DiengPost.com – Perguruan Seni Bela Diri Pencak Silat TSS Indonesia memperingati hari ulang tahun ke-67. Acara ini berlangsung di Padepokan TSS Indonesia, Kelurahan Cangkrep Kidul, Purworejo, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Peringatan sederhana tersebut menjadi ajang refleksi perjalanan organisasi. Silat dipandang bukan sekadar ilmu bela diri, melainkan sarana pembentukan karakter generasi muda.
Sejarah perguruan ini bermula pada 9 Agustus 1959. Almarhum Tugino mendirikan TSS untuk menyatukan pemuda dari perpecahan politik.
Penasihat TSS Indonesia Lasiman menjelaskan tiga ajaran utama perguruan. Falsafah tersebut meliputi Susila Pikir, Susila Perkataan, dan Susila Perbuatan.
Komitmen TSS Indonesia dalam Pembinaan Generasi Muda
Tiga prinsip tersebut menjadi pedoman utama anggota dalam kehidupan sehari-hari. Pengamalan ajaran ini bertujuan membentuk pribadi yang terkendali dan bijaksana.
“Prinsip ini menjaga diri agar tidak dikendalikan oleh pengaruh negatif,” kata Lasiman.
Sementara itu, Ketua Umum TSS Indonesia Eko Satyawan menegaskan arah pembinaan. Pihaknya berkomitmen mencetak atlet berprestasi yang tetap memiliki adab.
Penulis : Maheera
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya







