Ia menegaskan bahwa iman yang kuat akan melahirkan akhlak mulia dan keteguhan dalam menghadapi tantangan zaman. Selain itu, menjaga persatuan umat menjadi hal penting agar masyarakat tidak mudah terpecah oleh perbedaan atau ideologi yang tidak sejalan dengan tradisi keislaman di Indonesia.
KH Muhsin juga mengingatkan kader Ansor untuk tetap waspada terhadap pengaruh ideologi transnasional yang berpotensi melemahkan pemahaman keislaman berbasis budaya lokal dan ajaran ulama Nusantara.
Kegiatan Majelis Dzikir GP Ansor Bener turut dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bener, antara lain Sekretaris Camat Bambang Surtiyanto, Kapolsek dan Danramil Bener, serta Kepala Desa Cacaban Kidul.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Turut hadir pula pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Bener, KH Ahmad Fadhil dan KH Amat Tolbi.
Menurut Bambang Surtiyanto, kehadiran generasi muda Ansor dan Banser dalam kegiatan keagamaan seperti ini memiliki nilai sosial yang luar biasa, terutama dalam memperkuat solidaritas masyarakat di tengah kemajuan teknologi yang kian pesat.
“Tradisi dzikir dan sholawat bukan hanya ekspresi spiritual, tapi juga perekat sosial komunitas di tingkat desa,” ujarnya.
Penulis : Adi
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2











