Menurut informasi warga, kelompok pelaku bukan kali pertama melakukan kekerasan. Mereka disebut pernah menyiram siswa laki-laki lain dengan air sabun dan bahkan memiliki simbol-simbol serba hitam yang menandakan geng tertentu di sekolah.
Ayah korban, S, menyampaikan kemarahan dan kekecewaan terhadap perbuatan tersebut.
“Anak saya difitnah merebut pacar salah satu pelaku. Anak saya dipukul sampai trauma dan takut sekolah. Kami minta pihak berwajib memproses hukum para terduga pelaku,” tegasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
S menambahkan, hingga kini belum ada pihak dari keluarga pelaku yang datang untuk meminta maaf atau sekadar menjenguk.
Sementara itu, Kepala Sekolah, WD, membenarkan adanya dugaan perundungan di sekolahnya.
“Saat kejadian saya sedang rapat di luar. Saya tahu peristiwa itu setelah menerima panggilan dari Polsek Kaligesing,” kata WD.
<--nextpage-->
Usai menerima laporan, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan kepolisian. Keesokan harinya, WD bersama guru BK mendatangi rumah korban untuk meminta maaf secara langsung kepada keluarga.
“N sudah bisa berjalan, tapi bilang perutnya masih sakit. Kami sarankan untuk berobat dulu, nanti kalau sudah sembuh akan kami dampingi saat kembali ke sekolah,” ujarnya.
Pihak sekolah berjanji akan menindaklanjuti kasus tersebut sekaligus memperketat pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Ini jadi pembelajaran besar bagi kami. Dugaan adanya geng di sekolah juga akan segera kami telusuri,” tandas WD.
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2











