Pendidikan Karakter dan Empati
Kepala SMPN 33 Purworejo, Muslikhah menyampaikan, bahwa kegiatan ini disambut antusias oleh para siswa yang merasa senang bisa turut membantu korban bencana di Aceh dan Sumatra.
Ia menjelaskan, penggalangan dana dilakukan setelah siswa menyelesaikan ujian sekolah sehingga tidak mengganggu proses belajar mengajar.
“Siswa-siswa SMPN 33 Purworejo dengan senang hati bergotong royong memberikan donasi untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” ujarnya, menegaskan bahwa aksi sosial ini sekaligus menjadi bagian dari pendidikan karakter di sekolah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Suara Siswa dan Nilai Solidaritas
Perwakilan Kesiswaan SMPN 33 Purworejo, Alyafara E. Setiana dari kelas 8D, menuturkan bahwa aksi solidaritas tersebut muncul dari kesadaran bersama bahwa penderitaan akibat bencana adalah tanggung jawab moral seluruh warga negara.
Menurutnya, para siswa belajar bahwa sekecil apa pun sumbangan yang diberikan tetap memiliki arti besar bagi korban. Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi sarana menanamkan nilai empati dan kepedulian sosial sejak dini, sekaligus mengingatkan bahwa musibah dapat menimpa siapa saja sehingga solidaritas menjadi kekuatan penting di tengah bencana.
Penyaluran Bantuan dan Harapan
Pihak sekolah berencana menyalurkan dana yang terkumpul melalui lembaga resmi agar bantuan dapat diterima langsung oleh para korban dan tepat sasaran. Transparansi dan akuntabilitas dijadikan prinsip utama dalam pengelolaan donasi, mulai dari pengumpulan hingga pelaporan pemanfaatan bantuan.
Aksi kemanusiaan SMPN 33 Purworejo ini mencerminkan kuatnya nilai gotong royong di tengah masyarakat, sekaligus menunjukkan bahwa kepedulian tidak mengenal jarak geografis antara Purworejo dan wilayah bencana di Sumatra.
Pihak sekolah berharap langkah kecil penuh makna ini dapat meringankan beban para korban dan menginspirasi lembaga pendidikan lain untuk melakukan gerakan serupa.
Penulis : Gujiih
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2

















