KH Achmad Chalwani : Khidmah di Atas Jabatan, Teladan KH Yasin Yusuf Blitar

- Penulis

Senin, 22 Desember 2025 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rais ‘Ali Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN), KH Achmad Chalwani Nawawi, memberikan pesan mendalam dalam acara pelantikan Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Purworejo masa khidmat 2025–2029.

i

Rais ‘Ali Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN), KH Achmad Chalwani Nawawi, memberikan pesan mendalam dalam acara pelantikan Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Purworejo masa khidmat 2025–2029.

Meski istilah itu lahir dari konteks zamannya, substansinya tetap relevan, yaitu Ansor harus menjadi garda terdepan menjaga ideologi, keutuhan bangsa, dan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah.

Selain menekankan khidmah, KH Chalwani mengajak kader memperkuat amalan spiritual. Ia membagikan pengalaman pribadi saat muda mengikuti festival pidato.

Alih-alih diberi strategi teknis, KH Yasin justru mengajarkan doa Nabi Musa : ‘Rabbishrahli shadri, wa yassirli amri, wahlul ‘uqdatan mil lisani yafqahu qawli’. Doa ini dianjurkan dibaca tiga kali setiap selesai salat fardu agar hati dilapangkan, urusan dimudahkan, dan perkataan dipahami masyarakat.

“Bukan soal menang atau kalah, tapi orang mau mendengarkan. Dan itu terbukti, pidato saya diterima, sampai sekarang terus diundang ke berbagai daerah, bahkan luar negeri,” ungkapnya.

Menurutnya, jika kader istiqamah mengamalkan doa tersebut, program Ansor akan lebih mudah diterima masyarakat luas.

Baca Juga:  Tiga Hari Hilang, Pelajar HSI Boarding School yang Terseret Ombak di Pantai Dewaruci Ditemukan Tewas

KH Chalwani juga menyoroti peran santri bertarekat dalam sejarah perjuangan bangsa. Ia mengutip pernyataan seorang profesor Belanda yang menyebut pemerintah kolonial paling takut pada santri yang telah bertarekat.

“Santri yang sudah thariqah itu paling berani melawan penjajah,” ujarnya, seraya mencontohkan Pangeran Diponegoro sebagai figur santri bertarekat yang menjadi simbol perlawanan.

Penulis : Adi

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel purworejo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Langkah Kerja Sama Kampus UNY di Purworejo Semakin Kuat, Pemkab Siapkan Lahan
Popda Purworejo 2026 Targetkan Penjaringan Bibit Atlet Berprestasi Baru
Bupati Purworejo Perkuat Peran RT dan RW Guna Tingkatkan Pelayanan Publik
CFD Kabupaten Purworejo Kembali Digelar Setelah Vakum Cukup Lama
Polres Purworejo Gelar CFD Perdana Bersama Pemkab dan Forkopimda
STAINU Purworejo Resmikan Fasilitas Baru Guna Wujudkan Kampus Bilingual
Satlantas Polres Purworejo Perketat Pengamanan di Jalur Kalijambe
Pemkab Purworejo Perkuat LPMD dan LPMK demi Visi Pembangunan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 14:10 WIB

Langkah Kerja Sama Kampus UNY di Purworejo Semakin Kuat, Pemkab Siapkan Lahan

Kamis, 16 April 2026 - 14:00 WIB

Popda Purworejo 2026 Targetkan Penjaringan Bibit Atlet Berprestasi Baru

Kamis, 16 April 2026 - 12:22 WIB

Bupati Purworejo Perkuat Peran RT dan RW Guna Tingkatkan Pelayanan Publik

Kamis, 16 April 2026 - 12:01 WIB

CFD Kabupaten Purworejo Kembali Digelar Setelah Vakum Cukup Lama

Kamis, 16 April 2026 - 11:56 WIB

Polres Purworejo Gelar CFD Perdana Bersama Pemkab dan Forkopimda

Berita Terbaru