Dari hasil pengamatan di lokasi, longsor menyebabkan tebing jalan setinggi 18 hingga 20 meter runtuh sepanjang hampir 40 meter. Sekitar setengah badan jalan ikut amblas, menyisakan jalur selebar 2,5 meter yang masih bisa dilalui kendaraan kecil.
Pihak Pemprov Jateng juga telah berkoordinasi dengan Pemkab Purworejo untuk pemasangan rambu peringatan serta penerapan pembatasan tonase kendaraan.
“Kami sudah koordinasikan pemasangan rambu dan pembatasan kendaraan bertonase tinggi. Ini penting untuk menjaga kondisi jalur yang tersisa tetap aman,” kata Hanung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, kendaraan besar sejatinya jarang melawati rute ini karena karakter jalan yang menanjak dan menurun cukup ekstrem. Namun bagi kendaraan berat yang tetap hendak melintas, Hanung menyarankan agar menggunakan jalur alternatif.
Di akhir keterangannya, Hanung mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati saat berkendara di jalan provinsi, terutama saat malam hari dan ketika hujan.
“Secara umum, kondisi jalan provinsi di Jawa Tengah saat ini mantap sekitar 94 persen. Tapi masyarakat harus tetap waspada, apalagi di medan perbukitan. Jangan nekat melintas malam atau saat hujan deras. Risiko tergelincir cukup besar, khususnya bagi pengendara sepeda motor,” tegasnya.
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2

















