Acara ini juga dihadiri para kyai dari berbagai daerah, habaib, tokoh masyarakat, hingga komunitas, yang memperkuat jejaring dakwah dan sosial Kyai Merah.
Dalam pesan khusus kepada kedua mempelai, Kyai Merah menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai keilmuan dan akhlak yang diperoleh selama mondok.
“Melangkah ke depan harus hati-hati, tetap di rel yang diajarkan para guru, kyai, habaib, dan ulama. Jangan lelah berjuang, terus amar ma’ruf nahi mungkar,” pesannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Umi Suci, ibu mempelai wanita yang juga dikenal sebagai Owner DIAKU Production, menyampaikan harapan agar rumah tangga kedua mempelai senantiasa diliputi keberkahan.
“Jangan pernah putus berdoa, terus ikhtiar, dan amalkan ilmu dari pondok. Semoga menjadi keluarga yang berkah dunia dan akhirat,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa seluruh rangkaian acara, mulai dari catering, media, hingga live streaming, dikelola oleh manajemen DIAKU Production, unit usaha sosial dan dakwah di bawah naungan Pondok Pesantren Nurul Qodiri. Selama lebih dari dua tahun, lembaga ini aktif dalam kegiatan keagamaan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi umat.
Pernikahan putri Kyai Merah ini bukan sekadar peristiwa keluarga, melainkan simbol perpaduan antara ilmu, iman, cinta, dan perjuangan. Mahar truk tempur yang unik menjadi pengingat bahwa pernikahan adalah medan juang suci, yang harus dijalani dengan kesungguhan, keteguhan hati, serta nilai-nilai luhur warisan para guru dan ulama.
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2

















