“Setiap kegiatan harus terdokumentasi dengan baik, agar menjadi jejak sejarah perjuangan, bukan sekadar rutinitas,” tegasnya.
Senada, Sekretaris MWC NU Kemiri, H. Muhajir, menyoroti pentingnya publikasi yang tertib dan terstruktur sebagai bentuk akuntabilitas organisasi. Ia menyebut media sebagai sarana pertanggungjawaban sekaligus inspirasi bagi generasi penerus.
Pelatihan ini juga menjadi ruang refleksi bahwa dakwah hari ini tak lagi cukup hanya dari mimbar dan majelis taklim. Ruang digital telah menjadi medan baru yang harus dikuasai. Dengan penguatan literasi media, MWC NU Kemiri berharap kader-kadernya mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri ke-NU-an.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2

















