Bantuan pemerintah ini memiliki garansi selama tujuh tahun untuk menjamin kualitas layanan. Saat ini, rumah sakit sudah memiliki dokter spesialis intervensi jantung yang sangat berpengalaman.
Tiga dokter operator bahkan telah menyelesaikan program pendidikan khusus di China dan Semarang. Maka dari itu, rumah sakit sangat optimis mampu memberikan pelayanan medis terbaik.
“Pasien gangguan jantung nantinya tidak perlu lagi menjalani rujukan ke luar daerah,” tambah dr Tolkha. Hal ini tentu akan menurunkan risiko komplikasi akibat keterlambatan penanganan medis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihak rumah sakit menargetkan fasilitas ini mulai beroperasi penuh pada bulan Juli mendatang. Namun, manajemen masih harus menunggu izin resmi dari pihak Badan Tenaga Nuklir Nasional.
Lalu, proses kerja sama dengan BPJS Kesehatan juga sedang dalam tahap finalisasi dokumen. Mengingat biaya pengobatan yang cukup tinggi, dukungan asuransi sangat penting bagi pasien nantinya.
Akhirnya, RSUD dr Tjitrowardojo berharap dapat menjadi pusat rujukan jantung di wilayah Kedu. Transformasi kesehatan ini akan membawa dampak positif bagi kualitas hidup masyarakat luas.
Jadi, ketersediaan teknologi medis terbaru akan mengubah wajah pelayanan kesehatan di Purworejo. Kecepatan dan ketepatan diagnosa kini menjadi prioritas utama demi keselamatan setiap nyawa pasien.
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2

















