Budi Kurniawan, Perajin Terompet Baledono yang Bertahan di Tengah Sepinya Tahun Baru

- Penulis

Selasa, 30 Desember 2025 - 20:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penjual terompet bernama Budi Kurniawan (52), warga Desa Baledono, Kecamatan Purworejo

i

Penjual terompet bernama Budi Kurniawan (52), warga Desa Baledono, Kecamatan Purworejo

PURWOREJO – Di tengah hiruk-pikuk pergantian tahun 2025, dentum terompet tradisional kian jarang terdengar. Bagi Budi Kurniawan (52), warga Desa Baledono, Kecamatan Purworejo, hal ini menjadi kenyataan pahit yang harus dihadapi setiap akhir Desember.

Selama lebih dari tiga dekade, Budi menggantungkan hidup dari membuat dan menjual terompet khas Tahun Baru. Namun, sejak beberapa tahun terakhir, penjualan kian merosot tajam. Ia bercerita, pernah menghabiskan modal hingga Rp15 juta, tetapi hasil penjualan tak mampu menutupi ongkos produksi.

Baca Juga:  Dikira Hendak Menculik Anak, Pria di Purworejo Ternyata ODGJ

“Pernah nombok besar. Dagangan nggak laku sama sekali,” kisah Budi saat ditemui di lapak sederhana miliknya, Senin (29/12/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski pernah gagal total, Budi tak menyerah begitu saja. Awal 2025, ia kembali memulai usaha dari nol. Dengan modal Rp2 juta, ia memproduksi sekitar 200 buah terompet buatan tangan, dijual dengan harga Rp10 ribu per buah.

Baca Juga:  Kasus Pengeroyokan Warga Banyumas Oleh Ketua Eks Ormas di Purworejo Berlanjut, 6 Sertifikat Tanah Hilang

Sayangnya, hingga sore hari di penghujung Desember, belum satu pun terompet berpindah tangan. Menurutnya, menurunnya minat masyarakat tak lepas dari perubahan gaya hidup dan kemajuan teknologi.

“Sekarang orang lebih senang main HP. Hiburan semua di situ. Terompet sudah jarang dicari,” ujarnya.

Setia pada Tradisi, Jauh dari Politik

Budi menegaskan, terompet buatannya murni untuk hiburan pergantian tahun, bukan untuk kepentingan politik atau keagamaan.

Penulis : A.L. Khakim

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel purworejo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Anak Nasional di Purworejo Kenalkan Budaya Lokal
Sambut Peringatan Hari Anak Nasional 2026, SMPN 39 Purworejo Siapkan Acara Kreatif
Sempat Hilang, Remaja Tambakrejo Ditemukan Meninggal di Sungai Bogowonto
Ratusan Murid ALBRI Purworejo Sukses Pecahkan Rekor Berhitung Cepat
Ratusan Kicau Mania Semarakkan Gelaran Bupati Purworejo Cup 2026 di Alun-Alun
Wabup Dion Agasi Ikut Meriahkan Hexa Fun Run SMAN 6 Purworejo
Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat Hari Koperasi di Purworejo
Meriahkan Harlah ke-28, DPC PKB Purworejo Gelar Aksi Sosial dan Nobar Piala Dunia

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:55 WIB

Peringatan Hari Anak Nasional di Purworejo Kenalkan Budaya Lokal

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:40 WIB

Sambut Peringatan Hari Anak Nasional 2026, SMPN 39 Purworejo Siapkan Acara Kreatif

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:40 WIB

Sempat Hilang, Remaja Tambakrejo Ditemukan Meninggal di Sungai Bogowonto

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:30 WIB

Ratusan Murid ALBRI Purworejo Sukses Pecahkan Rekor Berhitung Cepat

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:28 WIB

Ratusan Kicau Mania Semarakkan Gelaran Bupati Purworejo Cup 2026 di Alun-Alun

Berita Terbaru