“Saya hanya ingin dapat rezeki yang sae, rezeki yang berkah,” katanya pelan.
Budi bukan pedagang terompet biasa. Sejak 1990, ia dikenal sebagai salah satu perajin terompet berpengalaman di Purworejo. Karyanya tak sekadar berbentuk klasik, tetapi ada terompet motif naga dan berbagai desain unik lain hasil kreasinya.
Kemampuannya membuat para pedagang dari wilayah lain mulai dari Kemiri, Katerban, hingga Kutoarjo datang belajar kepadanya. Sebelum fokus membuat terompet, Budi sempat berjualan mainan keliling untuk menafkahi keluarganya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski kini keuntungan jauh dari cukup, Budi tetap berpegang pada keterampilannya. Baginya, terompet bukan sekadar barang musiman, melainkan simbol semangat dan harapan setiap pergantian tahun.
Kisah Budi Kurniawan menjadi potret kecil keteguhan pelaku usaha tradisional di tengah arus modernisasi, sebuah pengingat bahwa suara terompet, betapapun kecilnya, masih punya makna dalam perjalanan waktu.
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2

















