Bahlil Tegaskan Stok Batubara Melimpah, Gangguan Listrik Bukan Karena Krisis Pasokan

- Penulis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.

i

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.

PURWOREJO, DiengPost.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menepis anggapan bahwa gangguan listrik yang terjadi di sejumlah daerah dipicu oleh kelangkaan batubara. Ia memastikan ketersediaan batubara nasional untuk kebutuhan pembangkit listrik masih dalam kondisi aman dan mencukupi.

Menurut Bahlil, pemerintah telah menyiapkan alokasi batubara jauh di atas kebutuhan tahunan PT PLN (Persero). Karena itu, persoalan yang muncul di lapangan tidak bisa dikaitkan dengan minimnya pasokan energi primer untuk pembangkit listrik.

Baca Juga:  Irigasi Baru di Ngombol Diresmikan, Petani di Purworejo Tak Lagi Kesulitan Air

“Batubara tidak ada kelangkaan,” tegas Bahlil saat kunjungan kerja di Kabupaten Purworejo, Jumat (19/6/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan kebutuhan batubara PLN setiap tahun berada di kisaran 154 juta metrik ton. Untuk menjamin pasokan tersebut, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara telah menetapkan kewajiban pasokan domestik dari perusahaan tambang sebesar 180 hingga 190 juta metrik ton.

Dengan jumlah tersebut, menurutnya, kebutuhan sektor kelistrikan nasional sebenarnya telah terjamin. Bahkan alokasi yang disiapkan pemerintah masih berada di atas kebutuhan riil PLN.

Baca Juga:  Peringatan May Day Purworejo: Wabup Dion Agasi Ajak Buruh dan Pengusaha Perkuat Kolaborasi

Bahlil mengungkapkan, hingga saat ini PLN telah mengamankan kontrak pengadaan sekitar 134 juta metrik ton batubara. Sisanya masih dapat dipenuhi melalui mekanisme kontrak lanjutan dengan perusahaan pemasok yang telah mendapatkan penugasan pemerintah.

Ia menilai polemik yang berkembang terkait pasokan batubara lebih banyak dipengaruhi persoalan teknis di tingkat distribusi maupun pengelolaan logistik menuju pembangkit listrik.

Penulis : Hamdan A.

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel purworejo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harlah ke-20 PPDI Kabupaten Purworejo, Bupati Siapkan Alokasi Gaji ke-13 Perangkat Desa
SMK Ma’arif NU 02 Kemiri Bersholawat, Peringati Satu Dasawarsa dan Lepas 70 Siswa Kelas XII
Sukses Sedot Perhatian Warga, Pawai Ta’aruf Ponpes Daarut Tauhied 8 Kemiri Jadi Media Syiar Pendidikan
Kukuhkan Tiga Pilar Utama, STAINU Purworejo Fokus Optimalkan Jaringan Alumni dan Kepemimpinan Mahasiswa
Gelar Pelantikan Pengurus Baru IKA STAINU Purworejo, Pererat Hubungan Alumni dan NU
Bahlil: Layani Desa Terpencil Tak Selalu Menguntungkan, Tapi Negara Wajib Hadir
Bahlil Tegaskan PLN Soal Pemadaman Listrik, Minta Gangguan Tak Terulang di Daerah
Bahlil Buka Peluang Harga Pertamax Turun Jika Harga Minyak Dunia Melandai

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:00 WIB

Harlah ke-20 PPDI Kabupaten Purworejo, Bupati Siapkan Alokasi Gaji ke-13 Perangkat Desa

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:20 WIB

SMK Ma’arif NU 02 Kemiri Bersholawat, Peringati Satu Dasawarsa dan Lepas 70 Siswa Kelas XII

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:54 WIB

Sukses Sedot Perhatian Warga, Pawai Ta’aruf Ponpes Daarut Tauhied 8 Kemiri Jadi Media Syiar Pendidikan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:37 WIB

Kukuhkan Tiga Pilar Utama, STAINU Purworejo Fokus Optimalkan Jaringan Alumni dan Kepemimpinan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:25 WIB

Gelar Pelantikan Pengurus Baru IKA STAINU Purworejo, Pererat Hubungan Alumni dan NU

Berita Terbaru