Widodo menegaskan pentingnya kedisiplinan setiap satuan pelaksana dalam menyampaikan laporan secara berkala.
“Ini harus menjadi pembelajaran bagi SPPG Pangenrejo maupun SPPG lainnya. Kalau pengajuan laporannya terlambat, pencairan anggaran dari pusat juga ikut molor. Tentu ini akan mengganggu operasional dapur,” tegasnya.
Saat ini, SPPG Pangenrejo telah mengajukan kembali laporan dan permohonan pencairan dana yang masih menunggu proses verifikasi. Kodim Purworejo memastikan proses ini terus dikawal agar distribusi Makan Bergizi Gratis Purworejo dapat segera berlanjut.
Sebanyak 11 sekolah di Purworejo yang terdampak penghentian layanan Program Makan Bergizi Gratis Purworejo antara lain TK/KB Batik Purworejo ada 145 siswa, SDN Ngupasan ada 69 siswa, SDN Pangenjurutengah ada 118 siswa dan SDN Pangenrejo sebanyak 125 siswa.
SDN Kepatihan ada 169 siswa, SDN Plaosan sebanyak 124 siswa, SMP Muhammadiyah Purworejo ada 189 siswa, SMK Batik Purworejo sebanyak 459 siswa, MAN Purworejo ada 763 siswa, MTsN 1 Purworejo sebanyak 940 siswa dan SMA Muhammadiyah Purworejo ada 59 siswa.
“Harapan kami dana segera turun sehingga SPPG bisa kembali melayani. Sudah satu minggu penerima manfaat tidak menerima layanan. Semoga persoalan seperti ini tidak terulang lagi,” kata Widodo.
Penulis : Gujiih
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya







