16 Sep 2026
instagram youtube tiktok linkedin pinterest

16 Sep 2026

Dawet Jembut Kecabut, Minuman Legendaris yang Menggoda di Kecamatan Butuh

- Penulis

Sabtu, 27 Desember 2025 - 15:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Minuman tradisional yang namanya unik sekaligus melegenda, yaitu Dawet Jembut Kecabut.

i

Minuman tradisional yang namanya unik sekaligus melegenda, yaitu Dawet Jembut Kecabut.

Sensasi segar yang ditawarkan membuat minuman ini sangat cocok dinikmati pada siang hari, terutama saat cuaca panas.

Harga Terjangkau, Ramai Jadi Jujugan Pelintas

Meski menyandang status kuliner legendaris, Dawet Jembut Kecabut tetap dibanderol dengan harga yang ramah di kantong. Satu porsi dawet tanpa tambahan ketan dijual sekitar Rp6.000, menjadikannya pilihan minuman yang terjangkau bagi semua kalangan, mulai dari warga sekitar hingga wisatawan yang sekadar singgah.

Lokasinya yang berada di jalur yang kerap dilintasi pengendara antarkecamatan maupun antarkabupaten membuat dawet ini kerap menjadi tujuan favorit wisata kuliner.

Baca Juga:  Gladi Lapang Tsunami BPBD Purworejo, Uji Kesiapsiagaan Warga Pesisir

Banyak pengunjung yang menyempatkan berhenti sejenak untuk mencicipi dawet khas Butuh ini, baik karena penasaran dengan namanya yang unik maupun karena sudah menjadi langganan sejak lama.

Warisan Rasa dari Generasi ke Generasi

Lebih dari sekadar minuman pelepas dahaga, Dawet Jembut Kecabut telah menjelma menjadi bagian dari identitas kuliner Purworejo. Keberadaannya mencerminkan kearifan lokal masyarakat setempat dalam mengolah bahan-bahan sederhana menjadi sajian bernilai budaya.

Baca Juga:  Dari Game Jadi Prestasi, Purworejo Siap Lahirkan Atlet Esports Muda

Konsistensi para penerus dalam menjaga resep, cara pengolahan, hingga cita rasa asli membuat Dawet Jembut Kecabut tetap bertahan di tengah gempuran tren minuman modern.

Bagi banyak orang, menikmati segelas dawet hitam khas Butuh bukan hanya soal rasa, tetapi juga nostalgia dan penghormatan terhadap warisan kuliner yang sudah lintas generasi.

Penulis : A.L. Khakim

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel purworejo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Tanggapi Polemik Desil, Pemkab Purworejo Lakukan Pemutakhiran Data Kemiskinan
Ardhi Satya Sadarma Resmi Ditunjuk Jadi Calon PAW Anggota DPRD Purworejo
Ungguli Puluhan Klub, PS Katerban Sabet Juara Camat Cup Kutoarjo 2026
SMAN 7 Purworejo Angkat Budaya Lokal Lewat Tari Kolosal Sapta Gemilang
Dorong Keterampilan Siswa, SMAN 7 Purworejo Kenalkan Program Sekolah MANTAP
Warga Kaliurip Geger, King Cobra Masuk Rumah Langsung Dievakuasi Damkar
Dengar Letupan dari Dapur, Supriyanti Selamatkan Ayah Saat Rumahnya Terbakar
Bangun Kebersamaan, PC PMII Purworejo Satukan Lintas Organisasi Lewat Futsal

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 08:50 WIB

Tanggapi Polemik Desil, Pemkab Purworejo Lakukan Pemutakhiran Data Kemiskinan

Senin, 14 September 2026 - 08:42 WIB

Ardhi Satya Sadarma Resmi Ditunjuk Jadi Calon PAW Anggota DPRD Purworejo

Senin, 14 September 2026 - 08:39 WIB

Ungguli Puluhan Klub, PS Katerban Sabet Juara Camat Cup Kutoarjo 2026

Senin, 14 September 2026 - 08:35 WIB

SMAN 7 Purworejo Angkat Budaya Lokal Lewat Tari Kolosal Sapta Gemilang

Senin, 14 September 2026 - 08:31 WIB

Dorong Keterampilan Siswa, SMAN 7 Purworejo Kenalkan Program Sekolah MANTAP

Berita Terbaru