Sensasi segar yang ditawarkan membuat minuman ini sangat cocok dinikmati pada siang hari, terutama saat cuaca panas.
Harga Terjangkau, Ramai Jadi Jujugan Pelintas
Meski menyandang status kuliner legendaris, Dawet Jembut Kecabut tetap dibanderol dengan harga yang ramah di kantong. Satu porsi dawet tanpa tambahan ketan dijual sekitar Rp6.000, menjadikannya pilihan minuman yang terjangkau bagi semua kalangan, mulai dari warga sekitar hingga wisatawan yang sekadar singgah.
Lokasinya yang berada di jalur yang kerap dilintasi pengendara antarkecamatan maupun antarkabupaten membuat dawet ini kerap menjadi tujuan favorit wisata kuliner.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Banyak pengunjung yang menyempatkan berhenti sejenak untuk mencicipi dawet khas Butuh ini, baik karena penasaran dengan namanya yang unik maupun karena sudah menjadi langganan sejak lama.
Warisan Rasa dari Generasi ke Generasi
Lebih dari sekadar minuman pelepas dahaga, Dawet Jembut Kecabut telah menjelma menjadi bagian dari identitas kuliner Purworejo. Keberadaannya mencerminkan kearifan lokal masyarakat setempat dalam mengolah bahan-bahan sederhana menjadi sajian bernilai budaya.
Konsistensi para penerus dalam menjaga resep, cara pengolahan, hingga cita rasa asli membuat Dawet Jembut Kecabut tetap bertahan di tengah gempuran tren minuman modern.
Bagi banyak orang, menikmati segelas dawet hitam khas Butuh bukan hanya soal rasa, tetapi juga nostalgia dan penghormatan terhadap warisan kuliner yang sudah lintas generasi.
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2

















