Dawet Jembut Kecabut, Minuman Legendaris yang Menggoda di Kecamatan Butuh

- Penulis

Sabtu, 27 Desember 2025 - 15:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Minuman tradisional yang namanya unik sekaligus melegenda, yaitu Dawet Jembut Kecabut.

i

Minuman tradisional yang namanya unik sekaligus melegenda, yaitu Dawet Jembut Kecabut.

PURWOREJO – Di Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, ada satu minuman tradisional yang namanya unik sekaligus melegenda, yaitu Dawet Jembut Kecabut.

Minuman ini sudah lama dikenal warga lokal maupun para pelintas jalur Purworejo dan menjadi salah satu ikon kuliner kawasan tersebut.

Nama ‘Jembut Kecabut’ sendiri merupakan akronim dari Jembatan Butuh dan Kecamatan Butuh, merujuk pada lokasi awal para penjualnya yang berada di sekitar jembatan di wilayah itu.

Dawet ini diyakini sudah hadir sejak era 1950-an dan pertama kali dirintis oleh Mbah Ahmad Dansri, lalu diteruskan oleh generasi penerusnya hingga sekarang.

Cendol Hitam dengan Cara Tradisional

Ciri khas utama Dawet Jembut Kecabut terletak pada cendol berwarna hitam yang langsung menarik perhatian.

Cendol ini dibuat secara tradisional dengan memanfaatkan abu jerami padi sebagai bahan alami dalam proses pembuatannya. Cara olah seperti ini menghasilkan tekstur cendol yang kenyal dengan aroma khas, berbeda dari cendol atau dawet pada umumnya yang umumnya berwarna hijau atau putih.

Baca Juga:  Jalan Raya Kaligesing Retak 30 Meter, BPBD Purworejo Lakukan Penanganan Cepat

Penyajiannya cukup sederhana, tetapi justru di situlah letak kenikmatannya. Dawet disajikan dengan kuah santan segar dan gula kelapa asli sehingga menghadirkan perpaduan rasa manis dan gurih yang seimbang.

Penulis : A.L. Khakim

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel purworejo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Bupati Yuli Hastuti Tekankan Pentingnya Menjaga Persatuan di Tengah Keberagaman
Kisah Inspiratif Hj. Komsiyah, Perajin Anyaman Bambu Purworejo yang Sukses Naik Haji dari Hasil Menabung
Senggolan Berujung Fatal, Insiden Kecelakaan Motor di Butuh Purworejo Hanguskan Satu Unit Motor NMAX
Masjid Al Muslimin Pogungjurutengah Purworejo Terima Sapi Kurban Bantuan Presiden Seberat Satu Ton
Diduga Berbuat Mesum, Oknum Perangkat Desa Sidodadi Diamankan Polisi Usai Digerebek
Jaring Atlet Berprestasi, Pemkab Gelar POPDA Sepatu Roda Purworejo 2026
Dongkrak Produktivitas, Irigasi Tenaga Surya Krandegan Bikin Petani Panen Tiga Kali Setahun
Bakesbangpol Gelar Pendidikan Politik Purworejo, Bupati Ajak Pemuda Berpikir Kritis

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 00:08 WIB

Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Bupati Yuli Hastuti Tekankan Pentingnya Menjaga Persatuan di Tengah Keberagaman

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:47 WIB

Kisah Inspiratif Hj. Komsiyah, Perajin Anyaman Bambu Purworejo yang Sukses Naik Haji dari Hasil Menabung

Senin, 1 Juni 2026 - 18:06 WIB

Senggolan Berujung Fatal, Insiden Kecelakaan Motor di Butuh Purworejo Hanguskan Satu Unit Motor NMAX

Rabu, 27 Mei 2026 - 12:03 WIB

Masjid Al Muslimin Pogungjurutengah Purworejo Terima Sapi Kurban Bantuan Presiden Seberat Satu Ton

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:33 WIB

Jaring Atlet Berprestasi, Pemkab Gelar POPDA Sepatu Roda Purworejo 2026

Berita Terbaru