PURWOREJO, DiengPost.com — Gagasan pengembangan kawasan Jawa Tengah Selatan (Jasela) mendapat dukungan penuh dari Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, KH Achmad Chalwani Nawawi.
Menurutnya, Jasela bukan sekadar wacana pembangunan, melainkan bentuk ikhtiar kolektif untuk mengangkat wilayah selatan yang selama ini tertinggal dibanding kawasan utara.
Dukungan tersebut disampaikan KH Chalwani saat menghadiri Pelantikan Pengurus Pusat Himawan, Rabu (7/1/2025), menanggapi pemaparan konsep Jasela oleh Abdul Kholik, S.H., M.Si., yang menyoroti ketimpangan pembangunan antara utara dan selatan Jawa Tengah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Konsep Jawa Tengah Selatan ini sangat cocok dan relevan. Wilayah selatan memang sudah terlalu lama tertinggal. Maka ikhtiar seperti ini harus kita dukung bersama dan kita doakan,” ujar KH Chalwani.
Data menunjukkan ketimpangan yang mencolok: jika Kota Semarang mencatat angka kemiskinan sekitar 4 persen, Kabupaten Kebumen masih berada di kisaran 16,76 persen. Ini mencerminkan jurang pembangunan yang nyata antarwilayah.
Abdul Kholik menjelaskan bahwa struktur pembangunan selama ini terlalu berorientasi ke Semarang. Infrastruktur jalan tol, jalur ekonomi, dan pusat layanan pemerintahan terkonsentrasi di utara, sementara kawasan selatan seperti Banyumas Raya, Kedu, hingga pesisir selatan nyaris tak tersentuh.
“Jalan tol dari Jakarta ke Brebes ditarik ke Semarang, lalu ke Solo, Jogja, dan kembali ke Semarang. Kawasan selatan tidak tersentuh. Dampak ekonominya tidak pernah sampai,” jelasnya.
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















