Dukung Konsep Jasela, Kiai Chalwani: Wilayah Selatan Terlalu Lama Tertinggal

- Penulis

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KH Chalwani msndukung konsep Provinsi Jawa Selatan (Jasela) saat menghadiri Pelantikan Pengurus Pusat Himawan, Rabu (7/1/2025),

i

KH Chalwani msndukung konsep Provinsi Jawa Selatan (Jasela) saat menghadiri Pelantikan Pengurus Pusat Himawan, Rabu (7/1/2025),

PURWOREJO, DiengPost.com — Gagasan pengembangan kawasan Jawa Tengah Selatan (Jasela) mendapat dukungan penuh dari Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, KH Achmad Chalwani Nawawi.

Menurutnya, Jasela bukan sekadar wacana pembangunan, melainkan bentuk ikhtiar kolektif untuk mengangkat wilayah selatan yang selama ini tertinggal dibanding kawasan utara.

Dukungan tersebut disampaikan KH Chalwani saat menghadiri Pelantikan Pengurus Pusat Himawan, Rabu (7/1/2025), menanggapi pemaparan konsep Jasela oleh Abdul Kholik, S.H., M.Si., yang menyoroti ketimpangan pembangunan antara utara dan selatan Jawa Tengah.

“Konsep Jawa Tengah Selatan ini sangat cocok dan relevan. Wilayah selatan memang sudah terlalu lama tertinggal. Maka ikhtiar seperti ini harus kita dukung bersama dan kita doakan,” ujar KH Chalwani.

Data menunjukkan ketimpangan yang mencolok: jika Kota Semarang mencatat angka kemiskinan sekitar 4 persen, Kabupaten Kebumen masih berada di kisaran 16,76 persen. Ini mencerminkan jurang pembangunan yang nyata antarwilayah.

Baca Juga:  Tinjau Lokasi Longsor, Bupati Purworejo Dorong Percepatan Penanganan di Jalur Nasional dan Provinsi

Abdul Kholik menjelaskan bahwa struktur pembangunan selama ini terlalu berorientasi ke Semarang. Infrastruktur jalan tol, jalur ekonomi, dan pusat layanan pemerintahan terkonsentrasi di utara, sementara kawasan selatan seperti Banyumas Raya, Kedu, hingga pesisir selatan nyaris tak tersentuh.

“Jalan tol dari Jakarta ke Brebes ditarik ke Semarang, lalu ke Solo, Jogja, dan kembali ke Semarang. Kawasan selatan tidak tersentuh. Dampak ekonominya tidak pernah sampai,” jelasnya.

Penulis : A.L. Khakim

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel purworejo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kisah Inspiratif Hj. Komsiyah, Perajin Anyaman Bambu Purworejo yang Sukses Naik Haji dari Hasil Menabung
Senggolan Berujung Fatal, Insiden Kecelakaan Motor di Butuh Purworejo Hanguskan Satu Unit Motor NMAX
Masjid Al Muslimin Pogungjurutengah Purworejo Terima Sapi Kurban Bantuan Presiden Seberat Satu Ton
Diduga Berbuat Mesum, Oknum Perangkat Desa Sidodadi Diamankan Polisi Usai Digerebek
Jaring Atlet Berprestasi, Pemkab Gelar POPDA Sepatu Roda Purworejo 2026
Dongkrak Produktivitas, Irigasi Tenaga Surya Krandegan Bikin Petani Panen Tiga Kali Setahun
Bakesbangpol Gelar Pendidikan Politik Purworejo, Bupati Ajak Pemuda Berpikir Kritis
Cegah Kekerasan Anak, Bupati Purworejo Tinjau TPA di Wilayah Kemiri

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:47 WIB

Kisah Inspiratif Hj. Komsiyah, Perajin Anyaman Bambu Purworejo yang Sukses Naik Haji dari Hasil Menabung

Senin, 1 Juni 2026 - 18:06 WIB

Senggolan Berujung Fatal, Insiden Kecelakaan Motor di Butuh Purworejo Hanguskan Satu Unit Motor NMAX

Rabu, 27 Mei 2026 - 12:03 WIB

Masjid Al Muslimin Pogungjurutengah Purworejo Terima Sapi Kurban Bantuan Presiden Seberat Satu Ton

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:56 WIB

Diduga Berbuat Mesum, Oknum Perangkat Desa Sidodadi Diamankan Polisi Usai Digerebek

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:33 WIB

Jaring Atlet Berprestasi, Pemkab Gelar POPDA Sepatu Roda Purworejo 2026

Berita Terbaru