Ia menekankan pentingnya membangun poros ekonomi selatan yang realistis, terhubung ke timur melalui Yogyakarta dan ke barat melalui Purworejo, Kebumen, dan Cilacap. Tiga sektor utama yang diusung Jasela adalah pertanian, kelautan-maritim, dan pariwisata.
Namun, realitas di lapangan masih jauh dari harapan. Nelayan kecil di pesisir selatan sering kali merugi karena hasil tangkapan tak sebanding dengan biaya operasional. Infrastruktur rusak, dukungan teknis minim, dan pengelolaan maritim masih terpusat di luar wilayah.
“Laut selatan sangat luas, ikannya kualitas ekspor. Tapi nelayan kita masih rugi. Pemerintah belum benar-benar hadir,” tegas Abdul Kholik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
KH Chalwani menegaskan bahwa pembangunan bukan hanya soal anggaran dan infrastruktur, tetapi juga soal niat, ikhtiar, dan doa.
“Usaha itu wajib. Allah memerintahkan kita untuk bergerak, bekerja, dan berikhtiar. Tapi jangan berhenti berdoa,” tuturnya.
Ia berharap konsep Jasela terus diperjuangkan hingga benar-benar membawa perubahan nyata bagi masyarakat selatan Jawa Tengah. “Mari kita doakan bersama-sama, semoga konsep Jawa Tengah Selatan ini bisa berhasil dan membawa kemaslahatan bagi umat,” pungkasnya.
Wilayah Jasela meliputi Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Magelang. Dengan percepatan infrastruktur, konektivitas transportasi, serta penguatan sektor unggulan, kawasan ini diyakini mampu menjadi pusat pertumbuhan baru yang mandiri dan berdaya saing tinggi.
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2

















