Para pengemudi yang kerap dijuluki ‘ompreng balap’ ini ditantang untuk menaklukkan berbagai rintangan di lintasan uji SIM, Jalan Jenderal Sudirman 23. Ujian meliputi lintasan lurus, manuver zigzag maju-mundur, hingga teknik pengereman dan penggunaan kopling di jalur tanjakan serta turunan.
Pelatihan ini juga ditekankan untuk mencegah terulangnya insiden di perlintasan kereta api, seperti yang terjadi di Desa Dewi, Bayan, beberapa waktu lalu.
Yang menarik, para peserta tidak hanya menggunakan kendaraan uji milik Polres, tetapi juga diperbolehkan mencoba lintasan menggunakan armada MBG yang mereka operasikan sehari-hari untuk mendistribusikan makanan ke sekolah-sekolah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Manfaat besar dirasakan oleh para peserta, salah satunya Wahyudi (60), pengemudi dari SPPG Pangenjurutengah.
“Kegiatan ini gratis dan sangat bermanfaat. Sebagai mantan pengemudi mobil boks, pelatihan ini menjadi penyemangat bagi saya untuk kembali mengingat rambu-rambu lalu lintas demi keamanan bersama,” tuturnya.
Sebagai bentuk legalitas, seluruh peserta diberikan sertifikat pelatihan di akhir acara. Selain itu, suasana semakin kompetitif saat Polres memberikan penghargaan berupa uang pembinaan kepada tiga pengemudi ‘trengginas’ yang berhasil melewati seluruh rintangan dengan waktu tercepat dan tingkat keamanan terbaik.
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2











