Ketua Program Desa Sejahtera NU, Ahmad Tholbi, menjelaskan bahwa program ini akan berjalan minimal enam bulan dengan agenda berkelanjutan, termasuk bantuan rutin bagi kelompok rentan. Ia menyebut Desa Kedungloteng dipilih karena semangat gotong royong dan partisipasi masyarakat yang tinggi.
“Sekitar 80 persen kegiatan launching ini merupakan swadaya masyarakat. Antusias warga luar biasa, mulai dari kepala desa, perangkat desa, hingga tokoh masyarakat,” ungkap Tholbi.
Desa Kedungloteng yang terdiri dari tiga RT dengan sekitar 250 kepala keluarga ini dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi model pemberdayaan berbasis ZIS. Lazisnu berharap program ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara ekonomi dan spiritual.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kesejahteraan bangsa dimulai dari desa. NU di sini bisa dimaknai Nahdlatul Ulama, tetapi juga Desa Sejahtera Nusantara,” pungkas Tholbi.
Penulis : Adi
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2

















