Ia meminta seluruh elemen pendidikan untuk aktif memantau interaksi digital anak didik selama berada di lingkungan sekolah. Pengawasan yang disiplin akan membantu anak dalam memilah konten yang bermanfaat bagi masa depan mereka.
“Di era peradaban baru yang ditandai perkembangan teknologi yang luar biasa, generasi muda harus memiliki ketahanan mental dan pegangan nilai yang kuat,” tambah Menteri asal Pekalongan tersebut.
Melawan Arus Informasi Palsu Lewat Nilai Keluarga
Oleh karena itu, Wihaji memberikan peringatan tegas mengenai batasan hubungan antara manusia dan perangkat kecerdasan buatan. Manusia harus tetap memegang kendali penuh atas dinamika perkembangan alat komunikasi modern yang mereka ciptakan sendiri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Teknologi diciptakan untuk membantu manusia, bukan sebaliknya manusia yang diatur oleh teknologi,” kata Wihaji di hadapan peserta.
Ia menilai penguasaan ilmu agama yang matang akan otomatis memicu lahirnya benteng moral generasi muda era digital. Remaja akan memiliki kepekaan nurani yang tinggi untuk menolak segala bentuk hoaks dan ujaran kebencian di media sosial.
“Karena itu agama dan keluarga menjadi pegangan penting agar generasi muda mampu memilah mana yang benar, mana yang salah, serta terhindar dari pengaruh informasi yang menyesatkan,” jelasnya secara rinci.
Pihak BKKBN juga mengajak anggota komunitas Generasi Berencana (GenRe) Jawa Tengah untuk menjadi duta literasi digital yang sehat. Komunitas remaja ini mengemban misi penting untuk menyebarkan konten positif yang kreatif di platform daring.
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya











