Bahlil: Layani Desa Terpencil Tak Selalu Menguntungkan, Tapi Negara Wajib Hadir

- Penulis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia

i

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia

Meski demikian, pemerintah tetap berkomitmen memperluas akses listrik karena manfaatnya dinilai jauh melampaui nilai investasi yang dikeluarkan. Kehadiran listrik dianggap menjadi fondasi penting dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Bahlil menuturkan listrik tidak hanya berfungsi sebagai penerangan, tetapi juga berpengaruh terhadap sektor pendidikan, pelayanan kesehatan, aktivitas ekonomi, hingga akses informasi masyarakat.

“Listrik berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan akses informasi. Karena itu negara harus hadir,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, banyak wilayah yang secara komersial tidak menarik bagi perusahaan karena potensi keuntungan yang minim. Oleh sebab itu, pemerintah harus turun tangan melalui dukungan anggaran negara agar masyarakat di daerah terpencil tetap memperoleh layanan yang sama dengan warga di perkotaan.

Baca Juga:  Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Bupati Purworejo Kukuhkan 128 Kepala Sekolah

Ia juga menegaskan bahwa tanggung jawab pemerataan listrik tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada PT PLN (Persero). Sebagai operator kelistrikan nasional, PLN tetap membutuhkan dukungan pemerintah untuk menjalankan berbagai proyek yang secara ekonomi kurang menguntungkan.

Komitmen tersebut, kata Bahlil, tercermin dari peningkatan anggaran Program Lisdes yang terus dilakukan pemerintah. Setelah mengalokasikan sekitar Rp3,6 triliun pada 2025, pemerintah meningkatkan anggaran menjadi sekitar Rp10,3 triliun pada 2026 untuk mempercepat pembangunan infrastruktur listrik di berbagai daerah.

Baca Juga:  Pemkab Purworejo Pastikan Pasokan Aman dan Layanan Publik Optimal Saat Ramadhan

Berdasarkan data Kementerian ESDM, hingga saat ini masih terdapat sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun yang belum mendapatkan akses listrik secara optimal. Kondisi tersebut tidak hanya ditemukan di kawasan Indonesia timur, tetapi juga masih dijumpai di sejumlah wilayah di Pulau Jawa.

Penulis : Hamdan A.

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel purworejo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harlah ke-20 PPDI Kabupaten Purworejo, Bupati Siapkan Alokasi Gaji ke-13 Perangkat Desa
SMK Ma’arif NU 02 Kemiri Bersholawat, Peringati Satu Dasawarsa dan Lepas 70 Siswa Kelas XII
Sukses Sedot Perhatian Warga, Pawai Ta’aruf Ponpes Daarut Tauhied 8 Kemiri Jadi Media Syiar Pendidikan
Kukuhkan Tiga Pilar Utama, STAINU Purworejo Fokus Optimalkan Jaringan Alumni dan Kepemimpinan Mahasiswa
Gelar Pelantikan Pengurus Baru IKA STAINU Purworejo, Pererat Hubungan Alumni dan NU
Bahlil Tegaskan Stok Batubara Melimpah, Gangguan Listrik Bukan Karena Krisis Pasokan
Bahlil Tegaskan PLN Soal Pemadaman Listrik, Minta Gangguan Tak Terulang di Daerah
Bahlil Buka Peluang Harga Pertamax Turun Jika Harga Minyak Dunia Melandai

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:00 WIB

Harlah ke-20 PPDI Kabupaten Purworejo, Bupati Siapkan Alokasi Gaji ke-13 Perangkat Desa

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:20 WIB

SMK Ma’arif NU 02 Kemiri Bersholawat, Peringati Satu Dasawarsa dan Lepas 70 Siswa Kelas XII

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:54 WIB

Sukses Sedot Perhatian Warga, Pawai Ta’aruf Ponpes Daarut Tauhied 8 Kemiri Jadi Media Syiar Pendidikan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:37 WIB

Kukuhkan Tiga Pilar Utama, STAINU Purworejo Fokus Optimalkan Jaringan Alumni dan Kepemimpinan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:25 WIB

Gelar Pelantikan Pengurus Baru IKA STAINU Purworejo, Pererat Hubungan Alumni dan NU

Berita Terbaru