Tradisi Merti Desa Kaliwatubumi Purworejo Lestari, Dua Desa Bersatu

- Penulis

Minggu, 5 Juli 2026 - 23:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tradisi Merti Desa Kaliwatubumi Purworejo kembali digelar masyarakat Desa Kaliwatubumi, Kecamatan Butuh, Jumat (3/7/2026).

i

Tradisi Merti Desa Kaliwatubumi Purworejo kembali digelar masyarakat Desa Kaliwatubumi, Kecamatan Butuh, Jumat (3/7/2026).

“Tradisi ini merupakan peninggalan para leluhur yang harus kita jaga bersama. Merti Desa dilaksanakan dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Muharram dan bulan Syakban dalam kalender Hijriah. Tujuannya sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus penghormatan kepada para pendahulu yang telah membuka dan membangun desa ini,” ujar Sujatmiko.

Menurutnya, keunikan tradisi ini terletak pada keterlibatan warga dari desa lain. Kegiatan ini turut dihadiri masyarakat Dusun Kuniran, Desa Prigelan. Hubungan ini berakar dari sejarah panjang antarkedua wilayah.

Baca Juga:  Sinergi SPI Antar Dua RSUD di Purworejo, Dorong Tata Kelola Rumah Sakit yang Akuntabel

Secara historis, leluhur warga Dusun Kuniran turut dimakamkan di lokasi tersebut. Karena itu, warga Dusun Kuniran selalu hadir setiap pelaksanaan Merti Desa berlangsung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan hanya tradisi masyarakat Kaliwatubumi, tetapi juga menjadi tradisi bersama dengan warga Dusun Kuniran, Desa Prigelan. Karena secara sejarah, kasepuhan mereka juga berada di makam ini. Maka setiap pelaksanaan Merti Desa, mereka selalu ikut hadir dan berpartisipasi,” jelas Sujatmiko.

Sujatmiko menambahkan, Makam Kasepuhan Kaliwatubumi kini menjadi destinasi wisata religi Purworejo. Banyak peziarah datang dari berbagai daerah untuk berdoa. Mereka juga tertarik mengenal sejarah perkembangan wilayah tersebut.

Baca Juga:  Bupati Purworejo Apresiasi Komitmen GP Ansor, Dorong Kolaborasi Strategis untuk Pembangunan Daerah

Selain makam kasepuhan, kawasan ini menyimpan nilai sejarah tinggi. Di bagian belakang kompleks masih terdapat peninggalan lingga bersejarah. Situs ini menjadi bukti peradaban masa lampau di kawasan tersebut.

Pemerintah desa bersama masyarakat terus menjaga kelestarian kawasan makam dan situs sejarah. Upaya ini bertujuan mengenalkan warisan tersebut kepada generasi muda dan pengunjung.

Penulis : M. Niam

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel purworejo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Anak Nasional di Purworejo Kenalkan Budaya Lokal
Sambut Peringatan Hari Anak Nasional 2026, SMPN 39 Purworejo Siapkan Acara Kreatif
Sempat Hilang, Remaja Tambakrejo Ditemukan Meninggal di Sungai Bogowonto
Ratusan Murid ALBRI Purworejo Sukses Pecahkan Rekor Berhitung Cepat
Ratusan Kicau Mania Semarakkan Gelaran Bupati Purworejo Cup 2026 di Alun-Alun
Wabup Dion Agasi Ikut Meriahkan Hexa Fun Run SMAN 6 Purworejo
Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat Hari Koperasi di Purworejo
Meriahkan Harlah ke-28, DPC PKB Purworejo Gelar Aksi Sosial dan Nobar Piala Dunia

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:55 WIB

Peringatan Hari Anak Nasional di Purworejo Kenalkan Budaya Lokal

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:40 WIB

Sambut Peringatan Hari Anak Nasional 2026, SMPN 39 Purworejo Siapkan Acara Kreatif

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:40 WIB

Sempat Hilang, Remaja Tambakrejo Ditemukan Meninggal di Sungai Bogowonto

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:30 WIB

Ratusan Murid ALBRI Purworejo Sukses Pecahkan Rekor Berhitung Cepat

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:28 WIB

Ratusan Kicau Mania Semarakkan Gelaran Bupati Purworejo Cup 2026 di Alun-Alun

Berita Terbaru