“Sudah cukup dua periode. Saya ingin memberikan kesempatan kepada calon-calon lain sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan di Polosoro,” kata Suwarto.
Pernyataan resmi ini sekaligus menyudahi spekulasi liar mengenai pencalonannya kembali. Komitmen Suwarto dinilai memberikan teladan baik dalam menghargai iklim demokrasi di tingkat desa.
Selain petahana, nama lain yang ikut menyatakan mundur adalah Supriyono. Kepala Desa Pringgowijayan ini sebelumnya juga diprediksi memiliki peluang emas untuk maju bertarung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketika dikonfirmasi melalui saluran telepon pada Sabtu (11/7/2026), Supriyono membenarkan hal tersebut. Ia menegaskan tidak akan mendaftarkan diri dalam bursa pencalonan ketua umum kali ini.
Keputusan dua tokoh senior tersebut otomatis langsung mengubah peta geopolitik organisasi. Perhatian para anggota kini mulai terpecah dan fokus mencari alternatif figur pemimpin baru.
Peluang Lahirnya Pemimpin Baru
Sebelumnya, perhatian publik sempat tertuju pada figur Juminatun atau yang akrab disapa Menik. Kepala Desa Langenrejo tersebut dinilai memiliki kapasitas mumpuni untuk memimpin organisasi.
Selain Menik, nama Andi Prasetiawan juga sempat mencuat ke permukaan sebagai calon kuat. Kepala Desa Trirejo ini dikenal memiliki jaringan luas di tingkat birokrasi daerah.
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya











