Pengeringan tersebut berguna membersihkan endapan lumpur sungai. Kendati demikian, jadwal pelaksanaan sempat bergeser sehari.
Semula kegiatan dijadwalkan pada Sabtu tanggal 1 Agustus. Namun, panitia mengundurnya menjadi Minggu tanggal 2 Agustus.
Perubahan jadwal tersebut tidak menurunkan minat masyarakat. Malahan, warga mendatangi lokasi dengan semangat tinggi sejak pagi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Antusiasme masyarakat sangat luar biasa,” kata Sri Raharjo. Bahkan, warga luar daerah rela menunggu untuk berburu ikan.
Ia menambahkan, Tradisi Gogoh Ikan menyimpan nilai kebersamaan. Oleh sebab itu, tradisi lokal ini perlu terus dijaga.
“Inilah wujud pesta rakyat dan kegembiraan bersama,” tegasnya. Karenanya, warga dapat berkumpul sekaligus menjalin persaudaraan.
Kearifan lokal terbukti ampuh mempererat ikatan antarwarga. Oleh karena itu, kegiatan ini senantiasa dinantikan masyarakat.
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya











