Suasana Khidmat, Ketum PBNU Gus Yahya Kunjungi Ponpes Darut Tauhid Purworejo

- Penulis

Selasa, 7 April 2026 - 14:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PURWOREJO, DiengPost.com – Dalam suasana Syawal yang penuh keberkahan, Ponpes Darut Tauhid Purworejo menerima kunjungan istimewa dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Yahya Cholil Staquf. Kunjungan Gus Yahya tersebut berlangsung dengan penuh khidmat sebagai bagian dari ikhtiar mempererat tali silaturahmi serta ukhuwah Islamiyah.

Gus Sahnun Thoifur selaku pengasuh saat ini menyambut kehadiran tokoh nomor satu di PBNU tersebut dengan penuh kehangatan di kediamannya. Selain itu, momentum ini menjadi ruang penting bagi keluarga besar pesantren untuk memperkuat jalinan komunikasi antara ulama dan juga umat.

Oleh karena itu, Ponpes Darut Tauhid Purworejo terus berkomitmen menjaga kesinambungan dakwah yang dahulu dirintis oleh almarhum KH Thoifur Mawardi secara istiqamah. Maka dari itu, kehadiran Gus Yahya dianggap sebagai wujud nyata dari tradisi luhur pesantren dalam memuliakan tamu di bulan suci.

Sebab, silaturahmi dalam ajaran Islam bukan sekadar pertemuan fisik, melainkan jalan turunnya keberkahan dari Allah SWT bagi seluruh santri yang sedang menimba ilmu. Namun, semangat khidmah tetap menjadi fondasi utama bagi pesantren yang berlokasi di Kelurahan Kedungsari ini dalam melayani masyarakat luas.

“Momentum Syawal ini menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi yang sarat dengan nilai keberkahan,” tutur Gus Sahnun di Purworejo pada Minggu (5/4/2026).

Baca Juga:  Ratusan Siswa Ramaikan 'Semarak Kompetisi Anak Prestasi 2025', Rebutkan Piala Ketua DPRD Purworejo

Konsistensi Tradisi Salaf dan Sebaran Alumni di Seluruh Nusantara

Hingga saat ini, Ponpes Darut Tauhid Purworejo tetap konsisten menghidupkan tradisi pesantren salaf melalui pengajaran kitab-kitab turats yang sangat mendalam bagi para santri. Selanjutnya, proses pembelajaran mulai dari kelas Madrasah Diniyah hingga pengajian bandongan menjadi ciri khas intelektual yang terus dipertahankan secara turun-temurun.

Maka, penguasaan ilmu alat seperti Jurumiyah hingga Alfiyah menjadi standar penting dalam membentuk keteguhan pemahaman keagamaan para santri di era modern. Oleh sebab itu, pesantren ini telah melahirkan ribuan dai yang kini tersebar di berbagai penjuru Nusantara mulai dari Kalimantan hingga Bekasi.

Penulis : A.L. Khakim

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel purworejo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kisah Galih Eza Gunawan, Anak Sopir Asal Purworejo Lolos Seleksi Bintara Khusus Penerangan TNI
Bantu Warga Kurang Mampu, Khitanan Massal BMT Binamas di Purworejo Sukses Digelar
Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Ajang Bhayangkara Fun Run Sedot Ribuan Peserta
Peringati Hari Jadi Ke-20, Turnamen Bola Voli PPDI Cup II Sukses Digelar
Rekor 14 Kali Beruntun, BPK Kembali Anugerahkan Opini WTP Pemkab Purworejo
Momentum HUT Satpol PP, Pemkab Gelar Pemusnahan Botol Miras Purworejo
Masalah IPAL, 13 Dapur Program Makan Bergizi Gratis di Purworejo Kena Suspend
Kegiatan Pelepasan Siswa SD di Kutoarjo Bakal Padukan Seni dan Pengajian

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 07:37 WIB

Kisah Galih Eza Gunawan, Anak Sopir Asal Purworejo Lolos Seleksi Bintara Khusus Penerangan TNI

Senin, 15 Juni 2026 - 07:30 WIB

Bantu Warga Kurang Mampu, Khitanan Massal BMT Binamas di Purworejo Sukses Digelar

Senin, 15 Juni 2026 - 07:20 WIB

Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Ajang Bhayangkara Fun Run Sedot Ribuan Peserta

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:59 WIB

Peringati Hari Jadi Ke-20, Turnamen Bola Voli PPDI Cup II Sukses Digelar

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:50 WIB

Rekor 14 Kali Beruntun, BPK Kembali Anugerahkan Opini WTP Pemkab Purworejo

Berita Terbaru