14 Sep 2026
instagram youtube tiktok linkedin pinterest

14 Sep 2026

Suasana Khidmat, Ketum PBNU Gus Yahya Kunjungi Ponpes Darut Tauhid Purworejo

- Penulis

Selasa, 7 April 2026 - 14:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PURWOREJO, DiengPost.com – Dalam suasana Syawal yang penuh keberkahan, Ponpes Darut Tauhid Purworejo menerima kunjungan istimewa dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Yahya Cholil Staquf. Kunjungan Gus Yahya tersebut berlangsung dengan penuh khidmat sebagai bagian dari ikhtiar mempererat tali silaturahmi serta ukhuwah Islamiyah.

Gus Sahnun Thoifur selaku pengasuh saat ini menyambut kehadiran tokoh nomor satu di PBNU tersebut dengan penuh kehangatan di kediamannya. Selain itu, momentum ini menjadi ruang penting bagi keluarga besar pesantren untuk memperkuat jalinan komunikasi antara ulama dan juga umat.

Oleh karena itu, Ponpes Darut Tauhid Purworejo terus berkomitmen menjaga kesinambungan dakwah yang dahulu dirintis oleh almarhum KH Thoifur Mawardi secara istiqamah. Maka dari itu, kehadiran Gus Yahya dianggap sebagai wujud nyata dari tradisi luhur pesantren dalam memuliakan tamu di bulan suci.

Baca Juga:  Petugas Evakuasi Jenazah Lansia di Bayan, Diduga Meninggal Lima Hari Sebelumnya

Sebab, silaturahmi dalam ajaran Islam bukan sekadar pertemuan fisik, melainkan jalan turunnya keberkahan dari Allah SWT bagi seluruh santri yang sedang menimba ilmu. Namun, semangat khidmah tetap menjadi fondasi utama bagi pesantren yang berlokasi di Kelurahan Kedungsari ini dalam melayani masyarakat luas.

“Momentum Syawal ini menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi yang sarat dengan nilai keberkahan,” tutur Gus Sahnun di Purworejo pada Minggu (5/4/2026).

Baca Juga:  Geledah Tiga Lokasi, Jaksa Sita Bukti Baru Kasus Korupsi Mini Zoo Purworejo

Konsistensi Tradisi Salaf dan Sebaran Alumni di Seluruh Nusantara

Hingga saat ini, Ponpes Darut Tauhid Purworejo tetap konsisten menghidupkan tradisi pesantren salaf melalui pengajaran kitab-kitab turats yang sangat mendalam bagi para santri. Selanjutnya, proses pembelajaran mulai dari kelas Madrasah Diniyah hingga pengajian bandongan menjadi ciri khas intelektual yang terus dipertahankan secara turun-temurun.

Maka, penguasaan ilmu alat seperti Jurumiyah hingga Alfiyah menjadi standar penting dalam membentuk keteguhan pemahaman keagamaan para santri di era modern. Oleh sebab itu, pesantren ini telah melahirkan ribuan dai yang kini tersebar di berbagai penjuru Nusantara mulai dari Kalimantan hingga Bekasi.

Penulis : A.L. Khakim

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel purworejo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Tanggapi Polemik Desil, Pemkab Purworejo Lakukan Pemutakhiran Data Kemiskinan
Ardhi Satya Sadarma Resmi Ditunjuk Jadi Calon PAW Anggota DPRD Purworejo
Ungguli Puluhan Klub, PS Katerban Sabet Juara Camat Cup Kutoarjo 2026
SMAN 7 Purworejo Angkat Budaya Lokal Lewat Tari Kolosal Sapta Gemilang
Dorong Keterampilan Siswa, SMAN 7 Purworejo Kenalkan Program Sekolah MANTAP
Warga Kaliurip Geger, King Cobra Masuk Rumah Langsung Dievakuasi Damkar
Dengar Letupan dari Dapur, Supriyanti Selamatkan Ayah Saat Rumahnya Terbakar
Bangun Kebersamaan, PC PMII Purworejo Satukan Lintas Organisasi Lewat Futsal

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 08:50 WIB

Tanggapi Polemik Desil, Pemkab Purworejo Lakukan Pemutakhiran Data Kemiskinan

Senin, 14 September 2026 - 08:42 WIB

Ardhi Satya Sadarma Resmi Ditunjuk Jadi Calon PAW Anggota DPRD Purworejo

Senin, 14 September 2026 - 08:39 WIB

Ungguli Puluhan Klub, PS Katerban Sabet Juara Camat Cup Kutoarjo 2026

Senin, 14 September 2026 - 08:35 WIB

SMAN 7 Purworejo Angkat Budaya Lokal Lewat Tari Kolosal Sapta Gemilang

Senin, 14 September 2026 - 08:31 WIB

Dorong Keterampilan Siswa, SMAN 7 Purworejo Kenalkan Program Sekolah MANTAP

Berita Terbaru