“Sering kita sampai enggak bisa jual satu mangkok pun. Paling banter 20 mangkok, 30 mangkok itu sudah bagus,” kata Dwi.
Kondisi sepi tidak meruntuhkan semangat sang pemilik. Ia aktif mempromosikan menu melalui media sosial TikTok. Strategi pemasaran digital ini secara perlahan membuahkan hasil.
Kini Omzet Meningkat
Kedai kuliner ini mulai viral sejak Maret 2026. Pembeli terus berdatangan dari berbagai daerah setiap hari. Omzet kotor usaha Bakso Presiden Purworejo melonjak tajam.
“Kalau saya katakan, saya berbicara kotor ya, untuk kotor setiap harinya kita mendapatkan sekitar Rp5 juta sampai Rp8 juta,” tutur Dwi.
Hasil ini membuktikan bahwa ketekunan mampu membuahkan kesuksesan. Pengelolaan modal secara bijak telah memberikan dampak positif. Dwi bertekad untuk terus menjaga kualitas pelayanan bagi seluruh pelanggan.
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2







