Ia menilai kolaborasi antarinstansi menjadi langkah penting agar gerakan literasi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.
Karena itu, Dion mengapresiasi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Dinpusip dan Dindikbud Kabupaten Purworejo yang dilakukan dalam rangkaian pembukaan Festival Literasi.
Kerja sama tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam menumbuhkan kebiasaan membaca sejak usia dini.
Selain peran pemerintah dan sekolah, Dion juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua. Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama yang dapat membentuk kebiasaan anak, termasuk dalam membangun kegemaran membaca.
Ia mendorong para orang tua untuk memberikan arahan, pendampingan dan keteladanan kepada anak agar aktivitas membaca menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.
“Dari membaca inilah akan membuka khazanah keilmuan kita dan membuka sudut pandang kita. Saya yakin dengan banyak membaca akan lebih banyak memberikan manfaat daripada mudharatnya bagi kita semua,” ujarnya.
Capaian Literasi Masih Menjadi Pekerjaan Rumah
Sementara itu, Kepala Dinpusip Kabupaten Purworejo Stephanus Aan Isa Nugroho mengatakan, kondisi literasi masyarakat Purworejo masih membutuhkan perhatian bersama.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya







