PURWOREJO, DiengPost.com – Pemerintah Kabupaten Purworejo terus membuktikan komitmen tinggi dalam menjaga eksistensi adat istiadat kearifan lokal. Oleh karena itu, jajaran eksekutif daerah meluncurkan agenda sakral tahunan demi merawat benda pusaka bersejarah milik leluhur.
Pihak dinas terkait menyelenggarakan upacara adat pencucian senjata tradisional peninggalan masa lalu secara terbuka. Selanjutnya, pemerintah mengemas agenda Jamasan Tosan Aji Purworejo 2026 sebagai simbol pembersihan diri warga dalam menyambut tahun baru Jawa.
Aparat daerah memusatkan seluruh rangkaian prosesi budaya luhur ini di area Pendopo Agung Kabupaten Purworejo. Sementara itu, ritual penyucian benda pusaka tersebut berlangsung khidmat pada Kamis, 18 Juni 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Komitmen Daerah Lindungi Warisan Kebudayaan
Bupati Purworejo Yuli Hastuti membuka secara resmi jalannya upacara adat dengan didampingi Wakil Bupati Dion Agasi Setiabudi. Kemudian, para pejabat teras dinas pendidikan dan kebudayaan ikut menyaksikan prosesi pembersihan seling baja pusaka.
Yuli Hastuti memberikan penegasan mengenai arah kebijakan strategis pemerintah daerah dalam mengawal isu kebudayaan lokal. Pihaknya berjanji akan terus mendanai program pelindungan, pengembangan, serta pemanfaatan aset sejarah kedaerahan.
Langkah taktis ini bertujuan menjadikan nilai-nilai luhur masa lalu sebagai pilar utama dalam menyukseskan pembangunan daerah. Bupati mengapresiasi keteguhan iman warga yang tetap konsisten merawat tradisi di tengah gempuran zaman modern.
“Kabupaten Purworejo memiliki kekayaan budaya yang sangat besar,” kata Yuli Hastuti saat memberikan sambutan resmi.
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya











