Ia menilai kolaborasi aktif antara pemerintah dan masyarakat menjadi modal utama dalam menjaga denyut nadi kebudayaan. Faktor edukasi sejarah harus berjalan sejak dini agar anak cucu tidak kehilangan jati diri bangsa.
“Oleh karena itu, pelestarian budaya harus menjadi tanggung jawab bersama,” tambah Bupati mengarahkan pandangan publik.
Keterlibatan Anak Muda dan Pusaka Bersejarah
Oleh karena itu, panitia menampilkan pertunjukan seni Tari Kreasi dari para pelajar SMP Negeri 4 Purworejo di awal acara. Kehadiran para penari remaja ini membuktikan bahwa proses pewarisan nilai budaya lintas generasi berjalan sukses.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Petugas juga menyuguhkan kesenian Tari Cing Po Ling yang merupakan Warisan Budaya Takbenda asli milik Kabupaten Purworejo. Selanjutnya, tim pariwisata membawa keluar beberapa koleksi senjata andalan dari dalam lemari Museum Tosan Aji.
Para juru jamas memandikan sejumlah pusaka agung milik tokoh pendiri daerah dengan menggunakan air bunga khusus. Beberapa benda yang disucikan antara lain Pusaka Raden Adipati Arya Cokronagoro serta keris dinasti Bupati Purworejo terdahulu.
Kepala Bidang Kebudayaan Dindikbud Purworejo Agung Setiyono memberikan penjelasan taktis mengenai esensi dari ritual tahunan ini. Menurutnya, pembersihan fisik besi tua tersebut mengemban fungsi edukasi yang sangat kuat bagi para mahasiswa.
“Agenda rutin jamasan yang digelar setiap tahunnya ini tak sekadar merawat tosan aji semata,” ujar Agung Setiyono memberikan rincian fungsi museum.
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya











