Ia ingin mengubah stigma negatif masyarakat yang sering mengaitkan perawatan keris dengan hal-hal mistis yang menyimpang. Praktik lapangan ini murni menjadi sarana rekayasa teknologi logam kuno yang bernilai seni tinggi.
“Namun juga menjadi media edukasi bagi generasi muda untuk mau dan ikut menjaga sekaligus melestarikan tradisi budaya,” pungkasnya.
Dengan demikian, pembacaan doa selamat oleh tokoh adat resmi menutup seluruh rangkaian ritual Jamasan Tosan Aji Purworejo tahun ini. Momentum sakral ini sukses membangkitkan kembali semangat gotong royong warga untuk membangun Purworejo yang maju dan berdaya saing.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar











