KUTOARJO, DiengPost.com – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) YPE Sawunggalih mengambil langkah progresif. Mereka resmi menerapkan sistem MPLS Ramah Anak bagi ratusan murid baru. Pihak sekolah mengklaim metode edukasi ini efektif. Kegiatan orientasi berfokus penuh pada kenyamanan serta keamanan peserta didik.
Kepala SMK YPE Sawunggalih, Yudhie Agung Prihatno, menegaskan komitmen institusinya. Sekolah siap memfasilitasi masa transisi secara aman. Oleh karena itu, panitia merancang materi pengenalan lingkungan belajar secara kreatif.
Murid baru dibimbing untuk bisa mengeksplorasi minat bakat sejak dini. Pihak sekolah tidak membedakan program studi tertentu dalam perlakuan. Semua disiplin ilmu didorong berkembang bersama secara optimal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Layanan pendidikan berkualitas tinggi menjadi fokus utama institusi ini. Bahkan, kuota jurusan Teknik Sepeda Motor dilaporkan langsung penuh cepat.
Pendaftaran terpaksa ditutup sebelum seleksi sekolah negeri dibuka resmi. Langkah tersebut diambil demi menjaga kualitas pembelajaran instruksional kelas. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purworejo memberikan apresiasi tinggi. Pelaksanaan agenda tersebut dinilai membawa dampak masif bagi ekosistem pendidikan.
Deklarasi Lingkungan Belajar Kondusif
Melalui program MPLS Ramah Anak, siswa baru bisa memahami orientasi dunia kerja nyata. Kedisiplinan positif diperkenalkan tanpa unsur kekerasan fisik maupun mental. Momentum bersejarah ini juga ditandai dengan aksi moral bersama.
Penandatanganan deklarasi sukses dilaksanakan di lokasi acara oleh seluruh pihak. Komitmen mewujudkan sekolah bebas narkoba disepakati secara bersama. Selain itu, gerakan anti-tawuran dan anti-bullying menjadi tujuan utama deklarasi.
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya











