PURWOREJO, DiengPost.com – SMAN 7 Purworejo angkat budaya lokal melalui pertunjukan seni tari kolosal bertajuk Sapta Gemilang. Sebanyak 1.066 siswa tampil membawakan tarian tersebut pada perayaan Lustrum ke-7 sekolah setempat.
Tarian massal ini menjadi identitas utama sekolah setiap menggelar peringatan hari jadi. Para siswa tampil mengenakan kaos seragam sekolah untuk menegaskan identitas mereka sebagai pelajar.
Pembina Tari Kolosal Purnomo Rianto menyampaikan rasa bangganya atas antusiasme para siswa. Ia menyebut latihan dilakukan intensif sebanyak tiga kali dengan memanfaatkan waktu libur.
“Saya bangga SMA ini punya trademark. Setiap kali lustrum besar, tari kolosal dilakukan oleh seluruh siswa,” ujarnya.
Pengembangan WBTb Purworejo
Upaya SMAN 7 Purworejo angkat budaya lokal diwujudkan lewat koreografi serta musik pengiring. Konsep gerak tari ini mengambil pengembangan dari dua Warisan Budaya Takbenda daerah.
Kesenian tradisional yang dipadukan dalam tarian ini yaitu Dolalak dan Cingpoling. Aransemen musik garapan komposer Anon Suneko turut menghadirkan instrumen khas kedua budaya tersebut.
“Dari musiknya jelas. Bendene, slompret-e, rebanane, ikan cusut-e, semuanya bernuansa Dolalak dan Cingpoling,” jelas Purnomo.
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya







