“Anak saya difitnah dan dianiaya sampai trauma. Kami meminta proses hukum berjalan,” ujarnya.
Selain itu, S menambahkan, belum ada satu pun dari pihak keluarga pelaku yang datang meminta maaf atau menjenguk hingga kini. Informasi dari warga menyebut, kelompok tersebut dikenal sering melakukan tindakan serupa terhadap siswa lain dan bahkan membentuk geng dengan simbol hitam di lingkungan sekolah.
Menanggapi hal itu, Kepala Sekolah, WD, membenarkan insiden tersebut dan menyatakan pihaknya telah mengambil langkah cepat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya tidak berada di sekolah saat kejadian karena sedang rapat. Kami tahu setelah menerima panggilan dari Polsek Kaligesing,” jelasnya.
Menurut WD, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan kepolisian dan mendatangi rumah korban pada Rabu (19/11/2025) bersama guru BK untuk meminta maaf secara langsung.
“Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini. Kami ingin N pulih dan bersekolah lagi dengan pendampingan dari guru BK,” ujarnya.
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya











