PURWOREJO, DiengPost.com – Gelombang penyampaian aspirasi masyarakat mengenai dinamika politik nasional terus bergulir di berbagai daerah. Oleh karena itu, berbagai komponen warga di Kabupaten Purworejo memanfaatkan fasilitas umum sebagai panggung demokrasi terbuka.
Sejumlah elemen masyarakat, mahasiswa, dan pemuda berkumpul untuk membedah kinerja jajaran pemerintahan pusat. Selanjutnya, mereka menginisiasi sebuah gerakan mimbar bebas bertajuk forum diskusi publik Purworejo secara independen.
Aktivis lintas generasi menggelar aksi bertajuk “Sidang Rakyat: Rakyat Bersuara” tersebut di area strategis perkotaan. Sementara itu, agenda penyampaian pendapat ini berlangsung di Amphitheater Alun-Alun Purworejo pada Selasa, 16 Juni 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Evaluasi Kritis Kebijakan Pemerintah Pusat
Gabungan massa mengemas forum ini menggunakan konsep lingkaran diskusi terbuka demi kesetaraan hak bicara seluruh peserta. Berbagai macam poster kain dan spanduk kertas berisi tulisan kritik sosial tampak menghiasi dinding area amphitheater.
Para peserta menuliskan kalimat tegas seperti “Daulat Rakyat” hingga slogan perjuangan “Purworejo Berlawan” pada atribut aksi mereka. Kemudian, orator secara bergantian menyoroti efektivitas program kerja bentukan Presiden Prabowo Subianto.
Diskusi interaktif tersebut memfokuskan analisis pada rencana realisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah. Selain itu, aliansi warga ini juga mengkritisi sistem pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) yang baru.
Perwakilan massa menilai kedua kebijakan besar tersebut memerlukan sistem pengawasan yang ketat dari seluruh lapisan masyarakat. Langkah ini berfungsi membentengi uang negara agar tidak memicu kemunculan ladang korupsi baru di tingkat desa.
Penulis : M. Sidiq
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya











