PURWOREJO, DiengPost.com – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Purworejo menggelar kegiatan Olahraga Bersama Fun Bike sebagai sarana mengajak masyarakat membangun budaya tertib berlalu lintas. Mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”, kegiatan ini memadukan olahraga, edukasi, dan kampanye keselamatan di jalan raya.
Ratusan peserta dari berbagai unsur, mulai dari personel Polri, instansi pemerintah, komunitas sepeda, tenaga kesehatan, hingga masyarakat umum, mengikuti kegiatan dengan bersepeda melintasi sejumlah ruas jalan yang dikenal sebagai titik rawan kecelakaan di wilayah Kabupaten Purworejo.
Di sepanjang rute, peserta tidak hanya menikmati aktivitas bersepeda, tetapi juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya mematuhi aturan lalu lintas, mengenakan perlengkapan keselamatan, serta meningkatkan kewaspadaan saat berkendara di lokasi yang memiliki tingkat risiko kecelakaan tinggi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra, S.H., S.I.K., M.Med.Kom., mengatakan bahwa membangun budaya keselamatan berlalu lintas memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan edukasi agar kesadaran masyarakat semakin meningkat.
Ia mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 tercatat 612 kasus kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Purworejo. Dari jumlah tersebut, 114 orang meninggal dunia, 721 orang mengalami luka ringan, serta menimbulkan kerugian materiil yang cukup besar. Hingga Mei 2026, jumlah kecelakaan tercatat sekitar 300 kasus, menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
Meski demikian, Kapolres menegaskan bahwa setiap korban kecelakaan merupakan perhatian serius sehingga berbagai langkah pencegahan akan terus dilakukan.
“Melalui kegiatan Fun Bike ini kami ingin menghadirkan edukasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Dengan melihat langsung kondisi jalan yang rawan kecelakaan, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya berkendara secara aman, menggunakan helm berstandar SNI, mematuhi rambu lalu lintas, tidak melebihi batas kecepatan, dan selalu mengutamakan keselamatan,” ujarnya.
Ia berharap momentum Hari Bhayangkara ke-80 semakin memperkuat kolaborasi antara Polri dan masyarakat dalam menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan. Menurutnya, kampanye keselamatan harus menjadi gerakan bersama agar angka kecelakaan dapat terus ditekan menuju target zero fatality accident.
Dukungan terhadap upaya tersebut juga datang dari Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Jember (FK UNEJ), Dr. dr. Ulfa Elfiah, M.Kes., Sp.BP-RE., Subsp.L.B.L.(K). Ia menilai langkah preventif yang dilakukan Polres Purworejo merupakan strategi yang sangat tepat karena mampu mencegah timbulnya korban sebelum kecelakaan terjadi.
Menurutnya, kecelakaan lalu lintas sering menimbulkan dampak yang luas, mulai dari cedera fisik, gangguan psikologis, hingga beban ekonomi bagi keluarga korban. Oleh sebab itu, peningkatan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas akan memberikan manfaat besar bagi kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
“Semakin rendah angka kecelakaan, semakin banyak nyawa yang dapat diselamatkan. Keselamatan berlalu lintas juga menjadi bagian penting dalam upaya menurunkan angka kematian dan kecacatan akibat trauma,” pungkasnya.
Penulis : A.L. Khakim
Editor : Luthfi











