PURWOREJO, DiengPost.com – BPBD Purworejo air bersih menjadi fokus utama menghadapi ancaman El Nino tahun ini. Pemerintah daerah menyiapkan langkah mitigasi sejak dini menghadapi musim kemarau panjang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purworejo, Wasit Diono, S.Sos., menyampaikan prediksi BMKG menunjukkan kemarau 2026 berpotensi berlangsung 14 hingga 18 dasarian. Durasi tersebut setara 4,5 sampai 6 bulan. Puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang.
Kondisi ini mendorong BPBD meningkatkan kesiapsiagaan, terutama menjamin ketersediaan air bersih bagi warga di wilayah rawan kekeringan. Wasit menegaskan bencana tidak bisa dihindari, namun dampaknya bisa diminimalkan lewat antisipasi matang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita tidak bisa menolak atau menghindari datangnya bencana. Yang bisa kita lakukan adalah mengantisipasi dan menyiapkan solusi agar dampaknya dapat diminimalkan,” kata Wasit usai peluncuran droping air bersih di Pendopo Kabupaten Purworejo, Kamis (2/7/2026).
Sebagai langkah awal, BPBD mendistribusikan air bersih ke Desa Sumorejo, Kecamatan Bagelen. Sebanyak 15.000 liter air disalurkan untuk 762 kepala keluarga di tiga dusun. Wilayah ini menjadi salah satu daerah paling terdampak kekeringan.
Kapasitas dan Kolaborasi Penanganan
BPBD telah menyiapkan kapasitas penyediaan air hingga 7 juta liter sepanjang musim kemarau. Jumlah itu setara 218 hingga 875 tangki air bersih. Empat armada mobil tangki turut disiagakan untuk mendukung distribusi kapan saja.
Selain sumber daya internal, BPBD menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak. Kerja sama melibatkan Perumda Air Minum Tirta Perwitasari, PMI, Baznas, dan Bank Jateng lewat program CSR. BPBD kabupaten tetangga turut disiapkan sebagai cadangan bantuan armada.
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya











