Kain penutup makam terdiri dari dua bagian utama, yaitu kain bagian luar dan kain dalam.
Bagian dalam memiliki tujuh lapisan kain yang wajib diganti secara berkala setiap tiga tahun sekali.
Panitia tidak memusnahkan kain lama, melainkan menyimpannya di Museum Lowano sebagai koleksi sejarah berharga.
Kain tertua tetap tersimpan rapi sebagai penanda perjalanan zaman dan dirawat melalui prosesi jamasan ageng.
R. Wahyu Handoko menyatakan seluruh prosesi penggantian kain penutup makam dilakukan khusus oleh keturunan kandung.
Kompleks Pasepen hingga kini masih difungsikan sebagai pusat pelestarian sejarah penting kawasan Kadipaten Lowano.
Di kawasan tersebut berdiri museum, rumah peninggalan adipati, bangunan pendopo, serta kediaman resmi juru kunci.
Penulis : Maheera
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya







