PURWOREJO, DiengPost.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pemerataan akses listrik di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah. Setelah 80 tahun Indonesia merdeka, masih terdapat ribuan desa dan dusun yang belum menikmati layanan listrik secara memadai.
Hal tersebut disampaikan Bahlil saat kunjungan kerja di Kabupaten Purworejo, Jumat (19/6/2026). Menurutnya, pemerintah saat ini terus mempercepat Program Listrik Desa (Lisdes) sebagai bagian dari upaya mewujudkan keadilan energi hingga ke wilayah terpencil.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, masih terdapat sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun di Indonesia yang belum mendapatkan akses listrik. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemerataan pembangunan belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ide program pemerataan ini muncul ketika saya berdiskusi dengan Bapak Presiden. Saya sampaikan bahwa masih ada ribuan desa dan dusun yang belum ada listrik. Negara harus hadir untuk melayani seluruh rakyat,” ujar Bahlil.
Ia menuturkan persoalan tersebut memiliki makna khusus bagi dirinya. Bahlil mengaku pernah merasakan hidup tanpa listrik saat kecil di Papua. Saat itu, aktivitas belajar masih mengandalkan lampu pelita karena jaringan listrik belum tersedia.
“Saya juga lahir tidak ada listrik. Belajarnya pakai lampu pelita. Karena itu saya tahu betul bagaimana rasanya hidup tanpa listrik,” katanya.
Menurut Bahlil, akses listrik merupakan hak seluruh warga negara, tidak hanya masyarakat perkotaan. Karena itu pemerintah berkomitmen menghadirkan layanan energi hingga ke desa, dusun, dan wilayah terluar Indonesia.
Penulis : Hamdan A.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya











