Setelah 80 Tahun Merdeka, Bahlil Sebut Masih Ada 5.700 Desa dan 4.400 Dusun Belum Berlistrik

- Penulis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri ESDM, Bahlil Lahadia saat menemui masyarakat Purworejo.

i

Menteri ESDM, Bahlil Lahadia saat menemui masyarakat Purworejo.

PURWOREJO, DiengPost.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pemerataan akses listrik di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah. Setelah 80 tahun Indonesia merdeka, masih terdapat ribuan desa dan dusun yang belum menikmati layanan listrik secara memadai.

Hal tersebut disampaikan Bahlil saat kunjungan kerja di Kabupaten Purworejo, Jumat (19/6/2026). Menurutnya, pemerintah saat ini terus mempercepat Program Listrik Desa (Lisdes) sebagai bagian dari upaya mewujudkan keadilan energi hingga ke wilayah terpencil.

Baca Juga:  Dukung UMKM, SMK YPE Sawunggalih Gelar SAGA Berbagi Takjil

Berdasarkan data Kementerian ESDM, masih terdapat sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun di Indonesia yang belum mendapatkan akses listrik. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemerataan pembangunan belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ide program pemerataan ini muncul ketika saya berdiskusi dengan Bapak Presiden. Saya sampaikan bahwa masih ada ribuan desa dan dusun yang belum ada listrik. Negara harus hadir untuk melayani seluruh rakyat,” ujar Bahlil.

Ia menuturkan persoalan tersebut memiliki makna khusus bagi dirinya. Bahlil mengaku pernah merasakan hidup tanpa listrik saat kecil di Papua. Saat itu, aktivitas belajar masih mengandalkan lampu pelita karena jaringan listrik belum tersedia.

Baca Juga:  Siap Berjuang, 187 Atlet Kontingen PORPROV Purworejo 2026 Resmi Dikukuhkan

“Saya juga lahir tidak ada listrik. Belajarnya pakai lampu pelita. Karena itu saya tahu betul bagaimana rasanya hidup tanpa listrik,” katanya.

Menurut Bahlil, akses listrik merupakan hak seluruh warga negara, tidak hanya masyarakat perkotaan. Karena itu pemerintah berkomitmen menghadirkan layanan energi hingga ke desa, dusun, dan wilayah terluar Indonesia.

Penulis : Hamdan A.

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel purworejo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komunitas Teater Purworejo Sukses Pentaskan Lakon Orang Kasar Karya Anton Chekhov
Santunan Anak Yatim ke-30 di Kalikotes Purworejo Salurkan Rp25,8 Juta untuk Puluhan Anak
Harlah ke-20 PPDI Kabupaten Purworejo, Bupati Siapkan Alokasi Gaji ke-13 Perangkat Desa
SMK Ma’arif NU 02 Kemiri Bersholawat, Peringati Satu Dasawarsa dan Lepas 70 Siswa Kelas XII
Sukses Sedot Perhatian Warga, Pawai Ta’aruf Ponpes Daarut Tauhied 8 Kemiri Jadi Media Syiar Pendidikan
Kukuhkan Tiga Pilar Utama, STAINU Purworejo Fokus Optimalkan Jaringan Alumni dan Kepemimpinan Mahasiswa
Gelar Pelantikan Pengurus Baru IKA STAINU Purworejo, Pererat Hubungan Alumni dan NU
Bahlil: Layani Desa Terpencil Tak Selalu Menguntungkan, Tapi Negara Wajib Hadir

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:36 WIB

Komunitas Teater Purworejo Sukses Pentaskan Lakon Orang Kasar Karya Anton Chekhov

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:27 WIB

Santunan Anak Yatim ke-30 di Kalikotes Purworejo Salurkan Rp25,8 Juta untuk Puluhan Anak

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:00 WIB

Harlah ke-20 PPDI Kabupaten Purworejo, Bupati Siapkan Alokasi Gaji ke-13 Perangkat Desa

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:20 WIB

SMK Ma’arif NU 02 Kemiri Bersholawat, Peringati Satu Dasawarsa dan Lepas 70 Siswa Kelas XII

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:54 WIB

Sukses Sedot Perhatian Warga, Pawai Ta’aruf Ponpes Daarut Tauhied 8 Kemiri Jadi Media Syiar Pendidikan

Berita Terbaru