Setelah 80 Tahun Merdeka, Bahlil Sebut Masih Ada 5.700 Desa dan 4.400 Dusun Belum Berlistrik

- Penulis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri ESDM, Bahlil Lahadia saat menemui masyarakat Purworejo.

i

Menteri ESDM, Bahlil Lahadia saat menemui masyarakat Purworejo.

Ia juga menegaskan bahwa persoalan keterbatasan akses listrik tidak hanya terjadi di kawasan Indonesia timur. Sejumlah wilayah di Pulau Jawa yang relatif dekat dengan pusat pemerintahan pun masih ditemukan permukiman yang belum terlayani jaringan listrik secara optimal.

“Kita sering berpikir persoalan ini hanya terjadi di Papua atau wilayah timur. Faktanya, di Jawa pun masih ada dusun-dusun yang belum mendapatkan layanan listrik secara penuh,” ungkapnya.

Untuk mempercepat pemerataan akses energi, pemerintah terus meningkatkan dukungan anggaran Program Lisdes. Pada tahun 2025, pembangunan infrastruktur kelistrikan telah direalisasikan di sekitar 1.361 lokasi yang terdiri atas desa dan dusun dengan anggaran mencapai Rp3,6 triliun.

Sementara itu pada tahun 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran yang jauh lebih besar, yakni sekitar Rp10,3 triliun untuk mempercepat penyediaan listrik di wilayah-wilayah yang masih belum terjangkau.

Menurut Bahlil, pembangunan jaringan listrik di daerah terpencil sering kali tidak menguntungkan secara bisnis karena membutuhkan investasi besar untuk melayani jumlah pelanggan yang relatif sedikit. Namun, pemerintah tidak boleh semata-mata menggunakan pendekatan keuntungan ekonomi.

Baca Juga:  Bahlil Tegaskan PLN Soal Pemadaman Listrik, Minta Gangguan Tak Terulang di Daerah

“Hanya untuk melayani sekitar 44 kepala keluarga, investasinya bisa mendekati Rp700 juta. Secara bisnis tentu tidak ekonomis. Tetapi pemerintah tidak boleh hanya berhitung untung rugi. Tugas negara adalah melayani rakyat,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa listrik memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain mendukung aktivitas ekonomi, keberadaan listrik juga menjadi fondasi penting bagi pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga akses informasi di era digital.

Penulis : Hamdan A.

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel purworejo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komunitas Teater Purworejo Sukses Pentaskan Lakon Orang Kasar Karya Anton Chekhov
Santunan Anak Yatim ke-30 di Kalikotes Purworejo Salurkan Rp25,8 Juta untuk Puluhan Anak
Harlah ke-20 PPDI Kabupaten Purworejo, Bupati Siapkan Alokasi Gaji ke-13 Perangkat Desa
SMK Ma’arif NU 02 Kemiri Bersholawat, Peringati Satu Dasawarsa dan Lepas 70 Siswa Kelas XII
Sukses Sedot Perhatian Warga, Pawai Ta’aruf Ponpes Daarut Tauhied 8 Kemiri Jadi Media Syiar Pendidikan
Kukuhkan Tiga Pilar Utama, STAINU Purworejo Fokus Optimalkan Jaringan Alumni dan Kepemimpinan Mahasiswa
Gelar Pelantikan Pengurus Baru IKA STAINU Purworejo, Pererat Hubungan Alumni dan NU
Bahlil: Layani Desa Terpencil Tak Selalu Menguntungkan, Tapi Negara Wajib Hadir

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:36 WIB

Komunitas Teater Purworejo Sukses Pentaskan Lakon Orang Kasar Karya Anton Chekhov

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:27 WIB

Santunan Anak Yatim ke-30 di Kalikotes Purworejo Salurkan Rp25,8 Juta untuk Puluhan Anak

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:00 WIB

Harlah ke-20 PPDI Kabupaten Purworejo, Bupati Siapkan Alokasi Gaji ke-13 Perangkat Desa

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:20 WIB

SMK Ma’arif NU 02 Kemiri Bersholawat, Peringati Satu Dasawarsa dan Lepas 70 Siswa Kelas XII

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:54 WIB

Sukses Sedot Perhatian Warga, Pawai Ta’aruf Ponpes Daarut Tauhied 8 Kemiri Jadi Media Syiar Pendidikan

Berita Terbaru