12 Sep 2026
instagram youtube tiktok linkedin pinterest

12 Sep 2026

Dari Anak Kampung Tanpa Listrik hingga Menteri ESDM, Kisah Bahlil di Balik Program Listrik Desa

- Penulis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

i

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

PURWOREJO, DiengPost.com – Di balik gencarnya upaya pemerintah memperluas akses listrik hingga ke pelosok negeri, tersimpan kisah masa kecil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang tumbuh dalam keterbatasan tanpa aliran listrik.

Cerita tersebut diungkapkan Bahlil saat berdialog dengan masyarakat penerima manfaat program kelistrikan di Kabupaten Purworejo, Jumat (19/6/2026). Di hadapan warga, ia mengenang masa kecilnya di Papua yang jauh dari akses listrik dan berbagai fasilitas penunjang kehidupan.

Baca Juga:  Periksa 48 Saksi, Kasus Korupsi Mini Zoo Purworejo Masih Terus Dikembangkan

Bahlil mengaku baru merasakan listrik saat duduk di bangku kelas enam sekolah dasar. Sebelum itu, aktivitas belajar pada malam hari harus dilakukan dengan penerangan seadanya menggunakan lampu pelita.

“Saya juga lahir tidak ada listrik. Saya SD kelas 6 baru ada listrik. Belajarnya pakai lampu pelita,” ujarnya.

Pengalaman tersebut menjadi alasan mengapa dirinya menaruh perhatian besar terhadap pemerataan akses energi di Indonesia. Menurutnya, listrik bukan sekadar soal penerangan, tetapi juga menyangkut akses pendidikan, kesehatan, informasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:  Rejowinangun Cup 2026 Bergulir, DPRD Jateng Amir Masduki Dorong Lahirnya Bibit Pesepak Bola Berbakat

Ia menuturkan, kehidupan tanpa listrik membuat berbagai aktivitas dasar menjadi jauh lebih sulit. Bahkan pelayanan kesehatan di sejumlah daerah terpencil pada masa itu masih mengandalkan penerangan tradisional saat menangani pasien.

“Kalau orang melahirkan dan tidak dibawa ke rumah sakit, penerangannya hanya lampu pelita atau petromaks. Risikonya besar sekali,” katanya.

Penulis : Hamdan A.

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel purworejo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Warga Kaliurip Geger, King Cobra Masuk Rumah Langsung Dievakuasi Damkar
Dengar Letupan dari Dapur, Supriyanti Selamatkan Ayah Saat Rumahnya Terbakar
Bangun Kebersamaan, PC PMII Purworejo Satukan Lintas Organisasi Lewat Futsal
Bupati Yuli Hastuti Serahkan Bantuan Korban Kebakaran Rumah di Jatiwangsan
Pererat Silaturahmi, Anggota DPRD Purworejo Much Dahlan Hadiri Pengajian Maulid Nabi di Kaligesing
RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo Gelar Khitan Massal Gratis Bagi Puluhan Anak
Gandeng UTP Malaysia, PP Darul Arqom Gelar Bengkel STEM Internasional
Sukses Dibangun, Warga Prigelan Purworejo Gelar Syukuran Pembangunan Jalan Usaha Tani

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 06:39 WIB

Warga Kaliurip Geger, King Cobra Masuk Rumah Langsung Dievakuasi Damkar

Sabtu, 12 September 2026 - 06:34 WIB

Dengar Letupan dari Dapur, Supriyanti Selamatkan Ayah Saat Rumahnya Terbakar

Sabtu, 5 September 2026 - 15:32 WIB

Bangun Kebersamaan, PC PMII Purworejo Satukan Lintas Organisasi Lewat Futsal

Sabtu, 5 September 2026 - 15:23 WIB

Bupati Yuli Hastuti Serahkan Bantuan Korban Kebakaran Rumah di Jatiwangsan

Sabtu, 5 September 2026 - 15:21 WIB

Pererat Silaturahmi, Anggota DPRD Purworejo Much Dahlan Hadiri Pengajian Maulid Nabi di Kaligesing

Berita Terbaru