Di sela kunjungannya, Bahlil juga memberikan motivasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda di daerah terpencil. Ia menilai keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita selama memiliki kesempatan belajar dan akses terhadap pendidikan.
“Saya tidak pernah membayangkan bisa menjadi Menteri ESDM. Saya anak kampung di Papua yang dulu hidup tanpa listrik,” ujarnya.
Karena itu, ia berharap tidak ada lagi anak-anak Indonesia yang harus mengalami kesulitan serupa akibat belum tersedianya listrik di tempat tinggal mereka. Menurutnya, pemerataan energi merupakan salah satu kunci membuka peluang masa depan yang lebih baik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya tidak ingin apa yang saya rasakan dulu sebagai anak yang lahir di kampung yang tidak ada listrik masih dirasakan oleh generasi berikutnya. Kita tidak pernah tahu anak-anak yang lahir di kampung tanpa listrik itu nanti akan menjadi apa. Bisa saja suatu saat mereka menjadi presiden atau menteri seperti saya,” pungkasnya.
Penulis : Hamdan A.
Editor : A. Nandar











